nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Penganiayaan Cleaning Service SMP: Umpatan "Najis" hingga 4 Murid Gunakan Gagang Besi

Neneng Hasanah, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 09:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 13 609 2017196 fakta-penganiayaan-cleaning-service-smp-umpatan-najis-hingga-4-murid-gunakan-gagang-besi-ROxq904rso.jpg TKP penganiayaan cleaning service SMP di Takalar, Sulawesi Selatan. (Foto: Ist)

JAKARTA – Video penganiayaan seorang cleaning service oleh empat murid SMP Negeri 2 Galesong, Takalar, Sulawesi Selatan, beredar luas di dunia maya dan menjadi perbincangan warganet. Kejadian itu menambah deretan kasus tidak terpuji dalam dunia pendidikan Indonesia.

Berikut sejumlah fakta mengenai penganiayaan cleaning service di Takalar yang membuat heboh publik Tanah Air, sebagaimana telah dirangkum Okezone, Selasa (12/2/2019).

1. Berawal dari umpatan kasar

Penganiayaan yang dialami cleaning service bernama Faisal Daeng Pole (38) ini berawal dari saat ia sedang memungut sampah di luar kelas. Kemudian murid berinisal I mengejeknya dengan kata "pegawai anjing, pegawai najis".

Tak terima dengan umpatan itu, Faisal kemudian menampar murid tersebut. Sang murid lalu pulang dan mengadu kepada orangtuanya.

2. Orangtua perintahkan murid keroyok korban

Tak lama kemudian orangtua murid berinisial I yakni M Rasul Daeng Sarrang (48) datang ke sekolah dan langsung menghampiri korban. Celakanya, Rasul langsung memerintahkan anaknya beserta tiga teman sekolahnya untuk memukul korban.

Tak disangka, keempat murid yang berusia 12 tahun tersebut mengeroyok korban menggunakan sapu ijuk bergagang besi. Ditambah lagi adanya tonjokan dari sang ayah.

Aksi yang terjadi pada Sabtu 9 Februari 2019, pukul 15.00 Wita, itu mengakibatkan korban luka robek di bagian kiri kepalanya.

Faisal Daeng Pole. (Foto: Ist)

3. Pihak sekolah melerai

Mendengar keributan yang terjadi di luar kelas, pihak sekolah langsung bereaksi melerai pengroyokan tersebut. Namun saat itu kepala korban sudah berlumuran darah hingga menetes ke bajunya.

"Pihak sekolah yang mendengar keributan di lingkungan sekolah itu langsung melerai, dan sudah melihat kepala Faisal terluka dan banyak cucuran darah menetes hingga bajunya," jelas Kepala SMP Negeri 2 Galesong Takalar, Hamzah, Senin 11 Januari 2019.

4. Berujung damai

Mendapat perlakuan tidak menyenangkan, cleaning service Faisal yang juga bertugas sebagai sekuriti langsung melapor ke kantor polisi terdekat. Alhasil, usai dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mendapat keterangan korban dan pelaku, polisi berupaya mencari jalan tengah, mengingat para pelaku masih di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Takalar AKP Muhammad Warpa mengatakan, pelaku Rasul sempat diperiksa dan keempat murid diserahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). "Saat sudah dipertemukan tadi di Polsek oleh semua pihak, baik korban maupun pelaku pihak sekolah maupun pemerintah desa, sepakat untuk tidak diproses hukum," ujarnya kepada Okezone.

5. KPAI langsung bertindak

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan pihaknya harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan dinas pendidikan dan pihak sekolah untuk menanyakan posisi kasus yang terjadi ini agar dapat mengetahui lebih faktual mengenai peristiwanya.

"Posisi kasusnya seperti apa, sehingga hal ini terjadi. Apakah betul orangtua yang menyuruh anak melakukan itu. Ini nanti akan kami koordinasikan," ungkapnya.

TKP penganiayaan cleaning service SMP di Takalar. (Foto: Ist)

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini