Banjir Australia Mulai Berdampak Buruk untuk Great Barrier Reef

Agregasi BBC Indonesia, · Sabtu 16 Februari 2019 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 16 18 2018848 banjir-australia-mulai-berdampak-buruk-untuk-great-barrier-reef-Dz9k53rLSg.jpg Air keruh akibat banjir mulai masuk ke kawasan Great Barrier Reef. Foto BBC/Matt Curnock/Tropwater

QUEENSLAND - Air keruh dari krisis banjir di Australia Utara mulai memberikan dampak buruk untuk Great Barrier Reef, membuat kawasan terumbu karang itu di bawah tekanan, kata para ilmuwan.

Banjir ini adalah hasil dari hujan lebat selama berminggu-minggu di Queensland.

Foto udara menunjukkan limpasan dari air sungai telah menyelimuti beberapa daerah terumbu lebih dari 60 km dari pantai.

Para ilmuwan khawatir perairan yang sarat sedimen mungkin menghalangi cahaya dan secara efektif "membekap" karang. Sementara itu, penelitian soal ini belum dilakukan.

Great Barrier Reef, yang terletak di Laut Koral di lepas pantai Queensland, adalah situs Warisan Dunia yang membentang seluas 344.400 km persegi, terdiri dari kurang lebih 3.000 karang dan 900 pulau.

Foto/BBC

Dalam beberapa minggu terakhir, limpasan dari beberapa aliran sungai telah memperkeruh air di bentangan terluar sekitar 600 km, kata para ilmuwan.

Baca: Banyak Buaya Hanyut Imbas Banjir, Australia Kerahkan Militer

Baca: Selama 6 Tahun, Calon Polisi Terbaik Ini Selidiki Pasangan Kencan Pakai Data Kepolisian

Air belum menyebar karena ukurannya dan kurangnya angin baru-baru ini.

"Pada umumnya sedikit angin dan gelombang dapat memecah limpasan itu dengan cukup cepat, tetapi sama sekali tidak ada angin sehingga limpasan hanya mengapung di air," kata Dr Frederieke Kroon dari Australian Institute of Marine Science.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa air yang kaya nutrisi juga telah memicu pertumbuhan alga di beberapa daerah, mengubah air menjadi "selimut tebal berwarna hijau".

"Kekhawatiran terbesar saat ini adalah berkurangnya cahaya - jika itu bertahan lebih lama, dalam beberapa kasus kita dapat melihat pembekuan sistem terumbu karang," kata Jane Waterhouse, seorang ilmuwan dari unit penelitian TropWATER James Cook University.

Namun, dia mengatakan angin kencang - jika terjadi - dapat mengurangi dampak.

Foto/JW

Kawasan terumbu karang itu sudah menghadapi ancaman bagi kelangsungan hidupnya seperti pemutihan karang yang disebabkan oleh suhu laut yang lebih hangat. Peristiwa pemutihan massal terjadi pada tahun 2016 dan 2017.

Karang-karang ini juga telah rusak oleh siklon dan bintang laut.

Sebagian besar Queensland telah dilanda banjir dalam beberapa pekan terakhir, setelah beberapa daerah mengalami hujan lebat dalam 10 hari terakhir, dengan curah hujan sama dengan curah hujan selama setahun.

Pekan lalu, dua orang ditemukan meninggal dunia ketika banjir menggenangi daerah dataran rendah di kota Townsville.

PBB menyebut Great Barrier Reef sebagai "keanekaragaman hayati" dari semua situs Warisan Dunia, dan "sangat penting secara ilmiah dan intrinsik".

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini