Prabowo Disebut Tak Siap di Debat Capres Kedua

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 18 Februari 2019 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 18 605 2019481 prabowo-disebut-tak-siap-di-debat-capres-kedua-iGUKeY2PAi.jpg

JAKARTA - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono, melontarkan keprihatinannya kepada capres 02 Prabowo terkait paparan dalam debat Presiden yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin (17/2/2019).

Dalam keterangan resminya Diaz menguraikan beberapa kejanggalan paparan Prabowo yang dinilainya mengurai mimpi dan tidak "nyambung" dengan substansi implementasi tema yang telah disodorkan oleh panitia.

"Capres Prabowo seperti Jaka Sembung (gak nyambung) ketika bicara mengenai isu Revolusi Industri 4.0 dan menunjukkan ketidakmengertiannya akan isu tersebut dengan membelokkannya ke impor makanan dan kesejahteraan petani. Terlihat bahwa Prabowo tidak mengerti mengenai Revolusi Industri 4.0," jelas Diaz, Senin (19/2/2019).

Di lain sisi, jelas Diaz, Jokowi memberikan peta jalan yang sangat jelas, bahkan menghubungkan antara teknologi dengan akses permodalan dan juga perluasan akses konsumen bagi para petani. "Kompleksitas permasalahan Revolusi Industri 4.0 dijawab oleh Jokowi dengan lugas dan tegas," ujar Diaz.

Mengenai substansi Unicorn, Diaz menilai Capres Prabowo perlu belajar mengenai tren dunia yang semakin berubah ke arah digital, baik IoT, ekonomi digital, AI, maupun robotic.

Ketidaktahuan Prabowo dalam isu unicorn dan bahkan memiliki sikap sinis terhadap ekonomi digital ini menunjukkan ketidaksanggupan Prabowo dalam menghadapi perubahan paradigma dunia. Jokowi mengerti bahwa telah dan terus akan terjadi perubahan paradigma industri secara revolusioner, dan terus melakukan mengambil energi inovatif dari industri digital dengan berbagai kebijakan dan visi visinya.

Lebih lanjut, dalam closing statement Prabowo, Diaz juga mengomentari hal yang menurutnya seperti mengurai mimpi dan menunjukkan ketidaksiapan Prabowo terkait solusi pendapat yang ia sampaikan di akhir acara.

"Kok malah nawarin tanah? Mau jadi presiden apa makelar tanah? Penguasaan tanah secara masif yang dimiliki oleh Prabowo itu menunjukkan bahwa memang oligarki masih sangat kuat di Indonesia. Presiden Jokowi menawarkan solusi dengan melakukan reforma agraria secara komprehensif dengan melakukan perhutanan sosial dan pembagian sertifikat tanah secara adil kepada publik, bukan lagi kepada korporasi besar semata-mata," kata Diaz.

"Secara umum, Prabowo terlihat tidak siap dalam debat kali ini, dan cenderung gampang menyerah dengan tidak memanfaatkan waktu yang diberikan dan lebih banyak mendukung kebijakan pemerintah. Selain itu banyak pemikirannya yang ternyata sudah dilakukan oleh pemerintah, seperti pembentukan BUMN bidang perikanan," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini