nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beruang yang Masuk ke Pemukiman Warga Dibunuh & Langsung Dikubur

Abimayu, Jurnalis · Rabu 20 Februari 2019 01:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 19 340 2020297 beruang-yang-masuk-ke-pemukiman-warga-dibunuh-langsung-dikubur-ZpIJWEKado.jpg Warga saat memburu beruang (foto: ist)

MERANGIN - Ratusan warga dua desa yakni Desa Madras dan Desa Lubuk Pungguk Kabupaten Merangin, Jambi memburu keberadaan beruang yang sudah masuk ke perkarangan warga, hal ini dilakukan karena warga sudah resah terhadap keberadaan hewan yang sudah memangsa ternak dan juga merusak tanaman.

Informasi yang berhasil dihimpun, ratusan warga ini sejak Senin (18/2) dengan alat seadanya memburu keberadaan beruang tersebut hingga masuk ke dalam hutan.

Sekira pukul 12.30 WB, Selasa (19/2), ratusan warga ini diduga menemukan persembunyian beruang tersebut, lalu tanpa komando ratusan warga ini pun melampiaskan kemarahannya dengan menombak beruang tersebut beramai-ramai hingga beruang tersebut tewas.

 (Baca juga: Mencekam, Sekelompok Beruang Berkeliaran di Perkarangan Warga)

Ratusan warga yang memburu ini pun melarang siapa pun untuk mendokumentasikan kegiatan pembantaian beruang tersebut, termasuk anggota TNI dan Polri pun dilarang mengambil gambar. Usai dibunuh, lalu beruang tersebut dikuburkan dan ditinggal pergi oleh masyarakat.

 sd

Dandim 0420 Sarko Letkol Rohyat saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi keji terhadap hewan yang dilindungi tersebut.

"Ya, saya mendapat laporan ada perburuan beruang oleh ratusan warga dan setelah ditemukan beruang tersebut dibunuh dengan cara ditombak kemudian dikubur, tak satu pun boleh mengambil foto oleh warga termasuk anggota saya," terang Rohyat.

Sementara itu, Kepala BKSDA Merangin Udin Ikhwanuddin saat dikonfirmasi terkait pembunuhan hewan dilindungi oleh warga mengatakan belum mengetahuinya.

"Hingga saat ini belum ada laporan, adanya pembunuhan beruang oleh warga," singkatnya.

 ss

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini