nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksinya Terekam CCTV, Maling Motor Bersenjata Api Diringkus Sekuriti

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 20 Februari 2019 12:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 20 338 2020472 aksinya-terekam-cctv-maling-motor-bersenjata-api-diringkus-sekuriti-TsGdMAo2P7.jpg ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA - Saparudin alias David (30) dijebloskan ke penjara karena diduga kuat mencuri sepeda motor dan memiliki senjata api rakitan. Pelaku beraksi di Kompleks BRI, kawasan Percetakan Negara, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Rosiana mengatakan, David beraksi dengan rekannya yakni Daeng. Daeng berhasil kabur saat hendak ditangkap.

"Pelaku tanpa izin mengambil sepeda motor milik korban dengan menggunakan kunci leter T dan kedapatan memilik senpi rakitan tanpa dilengkapi surat izin yang sah," katanya kepada wartawan, Rabu (20/2/2019).

Berdasarkan keterangan saksi, awalnya dua petugas keamanan atau sekuriti Kompleks BRI yakni Rusdani (45) dan Marzuki (24) melihat aksi pelaku di kamera CCTV, sedang mencoba membobol kunci motor milik Usman (22).

"Pelaku sedang mencongkel kunci motor korban yang ada di pos keamanan," ujarnya.

 

Melihat aksi kedua pelaku, Marzuki langsung bergegas menegurnya. Tak terima ditegur, pelaku mengeluarkan senjata api dari tasnya. Namun, sebelum menodongkan senjata, tangan David yang memegang senjata langsung diraih Rusdiana.

"Pelaku David dapat diamankan. Sedangkan saksi Marzuki mencoba menangkap pelaku lainnya yang akan kabur dengan menggunakan motor. Namun dapat ditahan hingga motor pelaku terjatuh hingga akhirnya melarikan diri," ucapnya.

Pelaku David kemudian diserahkan ke polisi, bersama barang bukti berupa senpi rakitan berikut empat butir peluru aktif dan dua selongsong.

"Adapula kunci Leter L berikut 9 buah mata kunci, kunci linggis, dua magnet hingga motor yang digunakan pelaku," tuturnya.

Polisi masih menyelidiki berapa kali pelaku melakukan aksinya dan jaringan mereka. Pelaku terancam lima tahun penjara.

"Pelaku kami kenakan pasal 363 KUHP dan Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951," katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini