nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OTT Pungli Pembebasan Tahanan, Polda Banten Periksa 5 Saksi

Rasyid Ridho , Jurnalis · Kamis 21 Februari 2019 14:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 21 340 2021008 ott-pungli-pembebasan-tahanan-polda-banten-periksa-5-saksi-t12S7QMBpV.jpg Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir (foto: Rasyid Ridho/Sindonews)

SERANG - Bidang Prefesi dan Pengamana (Bid Propam) Polda Banten sudah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi terkait operasi tangkap tangan (OTT) pungli pembebasan tahanan yang dilakukan oleh oknum anggota Polsek Pasar Kemis, Brigadir AY.

"Semua (yang mengetahui) diperiksa, dipersiapkan untuk sidang kode etiknya. Ada lima (saksi sudah kita periksa)," ujar Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir kepada wartawan, Kamis (21/2/2019).

 

Sejauh ini, kata Tomsi, pemeriksaan saksi-saksi masih berjalan oleh Bid Propam Polda Banten. Pemeriksaan untuk mempersiapkan sidang kode etik yang akan dihadapi oknum anggota unit Reskrim Polsek Pasar Kemis itu.

(Baca Juga: Diduga Bebaskan Tahanan, Oknum Anggota Polda Banten Kena OTT) 

Jenderal Bintang Dua itu menegaskan, bahwa semua anggota yang terjerat kasus dan terbukti melanggar kode etik akan ditindak tegas.

"Jelas (akan ditindak) pelanggaran ada kode etiknya, peraturan disiplinnya. Semua pelanggaran-pelanggaran itu akan kita proses dan nanti akan kita sidangkan," katanya.

Terkait apakah ada oknum anggota lainnya yang terlibat dalam kasus pungli Rp40 juta untuk membebaskan tahanan yang tersangkut kasus penadahan berinisal Ma, Kapolda mengaku dari hasil pemeriksaan hanya Brigadir AY yang terlibat.

"Sementara dari hasil pemeriksaan baru anggota itu (brigadir AY)," ucapnya.

(Baca Juga: Tetapkan Lurah Kalibaru Depok Tersangka, Polisi Sita Dokumen dan Uang Rp5 Juta) 

Sebelumnya, Propam Polda Banten melakukan OTT terhadap oknum anggota Brigadir AY pada Kamis (14/2) pukul 22.40 WIB seusai menerima uang sebesar Rp40 juta dari pihak keluarga terduga pelaku tindak pidana penadahan inisal Ma.

Uang tersebut diduga sebagai 'pemulus' untuk membebaskan pelaku yang sudah ditahan karena kasus penadahan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini