JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilaporkan oleh sekelompok orang ke Bawaslu pasca-debat kedua Pilpres 2019. Jokowi dituding memberikan beberapa data bohong dan menyerang pribadi Prabowo Subianto.
Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Amin, Achmad Baidowi menilai, pelaporan dilakukan oleh sekelompok orang yang hanya mencari sensasi dan popularitas semata. Menurut Awiek, sapaannya, dalam proses adu gagasan tersebut, Jokowi tidak berbohong dan menyerang pribadi.
"Itu cari sensasi saja. Yang dimaksud Jokowi itu hanyalah memberikan contoh kepada publik terkait penguasaan lahan," kata Awiek kepada Okezone, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Wasekjen PPP itu menekankan, Jokowi hanya memberikan contoh konkret bahwa ada segelintir orang dalam negeri yang menguasai sejumlah lahan yang besar.
"Nah, penguasaan oleh segelintir orang itu ada contoh kasusnya," tutur Awiek.
(Baca juga: Dinilai Berikan Keterangan Palsu, Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu)
Pernyataan tersebut menjadi serangan balik dari jargon-jargon kubu Prabowo selama ini yang seakan-akan lahan di Indonesia telah dikuasai segelintir orang. "Apalagi selama ini sebelah selalu membuat narasi bahwa tanah dikuasai segelintir orang," ucapnya.
Dalam debat, Jokowi menyampaikan bahwa Prabowo memiliki ribuan hektare lahan di Indonesia. "Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220 ribu hektare, juga di Aceh Tengah 120 ribu hektare. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya," kata Jokowi.
Setelah disindir Jokowi, Prabowo di ujung debatnya lantas memberikan jawaban. Prabowo mengaku memiliki lahan tersebut, tapi semua itu hanya Hak Guna Usaha (HGU).
"Itu benar, tapi semua itu hanya HGU dan milik negara. Jadi, setiap saat negara bisa ambilkan kembali. Untuk negara saya rela, tapi daripada jatuh ke pihak asing, lebih baik saya yang mengelola. Saya nasionalis dan patriot," kata Prabowo.
(Qur'anul Hidayat)