JAKARTA - Polri mengaku kesulitan menganalisa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) terkait peristiwa ledakan petasan di Parkir Timur Senayan, saat debat capres putaran dua berlangsung.
"Salah satu faktor yang saat ini kita analisa dari CCTV. Karena CCTV di Indonesia kameranya menggunakan low digital level tiga," kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Redaksi Okezone, Gedung iNews Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2019).

Jenderal bintang satu ini menuturkan, saat penyidik mencoba memperbesar gambar dari rekaman CCTV tersebut, hasilnya tidak jelas. Itu disebabkan karena kualitas rekaman CCTV yang kurang bagus.
"Ketika kita memperjelas gambar dan mencoba dari berbagai sisi itu agak kesulitan," jelas Dedi.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, ledakan tersebut bersumber dari petasan.
"Hasil sementara yang kita temui ini berupa ledakan petasan. Jadi, mungkin siapa pelakunya kita masih melakukan lidik sementara," ujar Gatot di kawasan Stadion GBK, Jakarta Pusat, Minggu 17 Februari 2019 malam.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.