BPN Sayangkan Adanya Tindakan Intimidasi Wartawan di Munajat 212

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 22 Februari 2019 17:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 22 605 2021591 bpn-sayangkan-adanya-tindakan-intimidasi-wartawan-di-munajat-212-etAQl6nzrc.jpg Kericuhan di Munajat 212 (Okezone)

JAKARTA - Beberapa wartawan mengalami tindakan intimidasi saat melakukan liputan dalam acara Munajat 212 di Monas pada Kamis 21 Februari 2019 malam.

Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Ahmad Muzani sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut. Seharusnya siapapun dapat menghormati profesi dari wartawan.

“Jadi, kegiatan apapun harus menghormati profesi. Tindakan kekerasan terhadap wartawan adalah tindakan yang tidak benar,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

 Baca juga: TKN Kutuk Tindakan Intimidasi Wartawan di Acara Munajat 212

Sekjen Partai Gerindra itu menekankan apabila kekerasan terhadap wartawan bisa terjadi dan dialami siapa pun. Padahal profesi wartawan itu berada di jalur tengah atau independen tidak memikat kemana pun.

 Munajat 212

“Saya tetap konsisten profesi wartawan itu adalah profesi yang pada posisi tengah,” ujar dia.

Diwartakan sebelumnya, kericuhan terjadi saat acara Munajat 212 berlangsung di Monas, Jakarta Pusat. Diduga kericuhan terjadi lantaran seorang pria yang diduga copet kepergok oleh massa.

 Baca juga: TKN Tidak Pernah Membuat Video Sosialisasi Berbahasa Mandarin

Kericuhan terjadi di belakang panggung utama acara. Massa yang mengetahui adanya copet langsung mengamankan pria tersebut ke bagian tenda.

Sayangnya, saat sejumlah awak media berusaha mengambil gambar kericuhan. Massa dari barisan Laskar Pembela Islam (LPI) langsung memaksa wartawan untuk tidak merekam kejadian.

Salah seorang wartawan yang masih berusaha mengambil gambar pun akhirnya turut dibawa oleh massa tenda bersama pria yang diduga copet tersebut.

Tak berapa lama, wartawan lainnya juga mendapat intimidasi dari massa lantaran kembali merekam saat massa mengamankan copet.

 Baca juga: Intimidasi Jurnalis di Munajat 212, PWJ: Perbuatan Melawan Hukum

"Hapus, hapus, hapus videonya," kata salah seorang wartawan menirukan massa yang meminta untuk menghapus video.

Adapun wartawan yang sempat dibawa ke tenda belakang panggung acara kini sudah keluar dan kembali ke kantornya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini