JAKARTA – Ketua DPP Partai Perindo, Wibowo Hadiwardoyo, optimis angka golput atau masyarakat yang tidak memilih akan menurun pada Pemilu 2019. Hal itu karena pada Pemilu 2019, pilpres dan pileg digelar secara serentak.
"Kalau yang golput itu menurut saya 30% tidak pernah terjadi. Golput itu bisa saja terhalang memilih. Terhalang ini bukan berarti golput ya, karena terhalang masalah-masalah teknis, sakit, atau bepergian," kata Wibowo saat menghadiri diskusi MNC Trijaya Network bertajuk “Menjaga Suara Rakyat” di D'Consulate Resto, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).
Menurut Wibowo, kemungkinan angka golput akan berkurang pada Pemilu tahun ini dikarenakan masyarakat harus memilih secara serentak antara capres-cawapres serta caleg di tingkat DPRD maupun DPR RI dalam satu TPS.
"Karena orang yang mungkin malas dengan partai politik, tapi pengen datang ke TPS memilih calon presiden. Begitu dia sampai TPS kan dia juga harus coblos yang lainnya," tuturnya.

Wibowo menjelaskan, Perindo telah melakukan upaya untuk menekan angka golput pada Pemilu 2019. Salah satunya dengan menyosialisasikan teknis pencoblosan surat suara di TPS.
"Kalau di Perindo ini kami menjelaskan lebih dalam lagi kepada masyarakat soal surat suaranya bagaimana contohnya. Meskipun di atasnya (media) tidak begitu ramai, tapi di bawah tetap ramai. Partai Perindo juga menyosialisasikan pentingnya menggunakan hak pilih di pemilu nanti," ucapnya.