nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Munajat 212 Bernuansa Politis, Forum Takmir Masjid Minta Ketua MUI DKI Dicopot

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 14:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 26 337 2023010 munajat-212-bernuansa-politis-forum-takmir-masjid-minta-ketua-mui-dki-dicopot-926yA0sK2i.jpg Forum Silaturahim Takmir Masjid menggelar jumpa pers terkait kegiatan Munajat 212 di Monas, Jakarta (Foto: Achmad Fardiansyah)

JAKARTA - Forum Silaturahim Takmir Masjid (FSTM) Jakarta sangat menyayangkan kegiatan malam Munajat 212 di Monas, Jakarta karena bernuansa kampanye. Seharusnya, kegiatan yang diprakasai MUI DKI Jakarta itu terbebas dari politik praktis.

"Kami sangat menyayangkan acara Munajat 212, sebab sangat berbeda antara apa yang ada di undangan atau imbauan dengan acara yang terlaksana," kata Wasekjen FSTM DKI Jakarta, Fajar Agung Saputra di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/2/2019).

(Baca Juga: Munajat 212 Dinilai Politis, Ketua MUI Jakarta Diminta Mundur)

MUI DKI yang merupakan sebagai panitia acara, kata Fajar, harus bertanggung jawab atas kejadian yang tidak seharusnya terjadi dalam acara tersebut. MUI sebagai lembaga agama mestinya tidak secara terang-terangan mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

"Tidak pantas lembaga seperti MUI membohongi umat, karena sudah semestinya MUI sebagai lembaga keagamaan yang pengurusnya merupakan representasi dan perwakilan dari berbagai macam ormas. Harus netral tidak memberikan dukungan secara terang-terangan kepada salah satu paslon," tuturnya.

(Baca Juga: Polisi Periksa 2 Saksi Kasus Persekusi Wartawan di Munajat 212)

Munajat 212

Fajar pun meminta MUI pusat mencopot Ketua MUI DKI Jakarta, Munahar Muchtar dari jabatannya, karena dianggap orang yang bertanggung jawab atas adanya kegiatan politis di malam Munajat 212. Menurutnya, Ketua MUI DKI telah mencederai marwah lembaga, secara terang benderang karena telah melakukan konsolidasi politik, dan terbukti dengan orasi-orasi politik dan pembacaan puisi.

"Kami meminta dewan pimpinan atau pengurus MUI pusat untuk mengambil tindakan tegas berupa teguran atau pemberhentian kepada Ketua MUI Jakarta dan seluruh pengurus MUI yang terlibat pada acara tersebut," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini