BPN: Pelaporan Eks Kombatan GAM terhadap Sandiaga & Dahnil Tidak Tepat

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 26 Februari 2019 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 26 605 2022778 bpn-pelaporan-eks-kombatan-gam-terhadap-sandiaga-dahnil-tidak-tepat-fI4biiHm0V.JPG Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) melaporkan cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno dan Juru Bicara (Jubir) BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak ke Polda Aceh, atas dugaan menyebar fitnah dan pencemaran nama baik.

Laporan tersebut berkaitan dengan lahan Prabowo Subianto di Aceh Tengah dan Bener Meriah dimanfaatkan oleh mantan GAM, hal itu dinilai merugikan.

Merespons adanya pelaporan itu, Dahnil mengklaim bahwa laporan tersebut keliru, sebab apa yang dikatakannya terkait lahan Prabowo di Aceh tersebut merupakan pengakuan dari mantan Panglima GAM, Muzakir Manaf.

"Itu statement eks kombatan GAM di bawah Pak Muzakir Manaf yang menyampaikan kepada kami," kata Dahnil saat dikonfirmasi Okezone, Senin 25 Februari 2019.

Oleh sebab itu kata Dahnil, laporan yang dialamatkan terhadap dirinya maupun Prabowo dan Sandiaga dinilai tidak tepat. "Jadi pelaporan itu tentu tidak tepat," ujarnya.

Sementara dihubungi terpisah, mantan Gubernur Aceh, Muzakir, menolak untuk memberikan komentar terkait informasi lahan Prabowo di Aceh yang digunakan oleh mantan Kombatan GAM.

Ketua Dewan Penasihat DPD Partai Gerindra untuk Provinis Aceh itu juga menolak untuk menanggapi soal laporan tersebut. "Saya kira saya enggak ada komen lagi, jadi terserah mereka, jadi hak mereka," katanya.

Sebelumnya, Joni Suryawan bersama 10 temannya sesama eks kombatan GAM wilayah Bener Meriah, Senin sore, mendatangi Mapolda Aceh di Kota Banda Aceh untuk melaporkan Sandiaga dan Dahnil. Mereka memberi kuasa kepada pengacara Muhammad Reza Maulana dan Denni Arie Mahesa untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

Joni Suryawan mengatakan, pernyataan Sandiaga Uno dan Dahnil Anzar Simanjuntak soal penguasaan lahan Prabowo oleh mantan kombatan GAM sangat merugikan pihaknya selaku eks kombatan.

“Kami merasa dirugikan, apa yang disampaikan itu tidak pernah kami terima, ini fitnah dan hoaks yang dampaknya luar biasa juga buat kami, kami tidak ada urusan dengan politik,” kata Joni.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini