Fadli Zon Heran Acara Munajat 212 Dinilai Politis

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 15:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 26 605 2023044 fadli-zon-heran-acara-munajat-212-dinilai-politis-tQxwoUvp0a.jpg Fadli Zon (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta akan menyelidiki apakah ada unsur pelanggaran di dalam acara Munajat 212. Hal itu menyusul adanya laporan terkait acara itu.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon merasa heran mengapa acara tersebut dianggap bernuasan politik. Padahal sudah sangat jelas acara tersebut hanyalah untuk doa bersama.

“Namanya saja jelas munajat, Munajat 212, Munajat itu adalah memohon pertolongan memohon doa,” ungkap Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Baca Juga: Munajat 212 Dinilai Politis, Ketua MUI Jakarta Diminta Mundur

Munajat

Fadli menjelaskan bila dirinya dan Fahri Hamzah diundang dengan kapasitas sebagai Wakil Ketua DPR. Begitu juga dengan Zulkifli Hasan yang turut hadir sebagai Ketua MPR dan bukanlah sebagai Ketua Umum PAN.

“Ya kan semua ada rekamannya kami diundang sebagai Zulkifli Hasan sebagai ketua MPR saya sebagai wakil ketua DPR pak Fahri juga demikian jadi apa nya yang ditunggangi gitu loh?,” tanya Fadli.

“Jadi memang itu Munajat kok berdoa enggak ada yang ditunggangi kalau mereka mau bikin juga bikin saja, ya kenapa susah amat, bikin dong munajat apa kek namanya gitu,” tambahnya.

Sebelumnya, Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) menerima laporan terkait dugaan pelanggaran kampanye dalam acara Malam Munajat 212 di Monas pada Kamis 21 Februari 2019. Laporan tersebut kini tengah dibahas oleh Bawaslu DKI.

"Kita masih lihat Bawaslu DKI masih membahasnya," kata Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja, Jumat 22 Februari 2019.

Munajat

Baca Juga: Munajat 212 Bernuansa Politis, Forum Takmir Masjid Minta Ketua MUI DKI Dicopot

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini