Kasus itu dianggap menarik dan menunjukkan begitu parahnya korupsi di negara ekonomi terbesar di Afrika Timur itu.
"Sangat normal untuk diancam ... bahwa dia (Merali) bahkan tidak repot-repot memeriksa sebelum mengirim uang," kata Aktivis Anti-Korupsi, John Githongo kepada Reuters. "Hal itu bisa terjadi, terutama saat ini ketika kita seolah-olah berada di tengah-tengah kampanye anti-korupsi, menunjukkan bahwa sebagian besar dari itu hanyalah pertunjukan semata."
Pemerintah Kenyatta telah berulang kali dikritik karena skandal korupsi di sektor kesehatan, badan pemuda nasional dan kontrak konstruksi.
Pada Mei lalu, puluhan pejabat senior dan pengusaha didakwa dengan berbagai kejahatan terkait pencurian hampir USD100 juta dari badan negara National Youth Service (NYS).
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.