nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menyamar Jadi Presiden untuk Tipu Pengusaha, Tujuh Warga Kenya Didakwa

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 18:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 27 18 2023619 menyamar-jadi-presiden-untuk-tipu-pengusaha-tujuh-warga-kenya-didakwa-bTgXMhyTLK.jpg Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta. (Foto: Reuters)

NAIROBI – Pengadilan Kenya pada Rabu mendakwa tujuh orang atas tuduhan menirukan Presiden Uhuru Kenyatta dan menipu seorang pengusaha terkemuka sebesar 10 juta shilling (sekira Rp1,4 miliar) dalam sebuah kasus korupsi yang banyak mendapat perhatian.

Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa para tersangka menghubungi pimpinan perusahaan ban Sameer Africa, Naushad Merali dan Direktur Keuangannya, Akiff Butt dengan berpura-pura menjadi presiden. Mereka meminta agar Merali dan Butt menjual tanahnya.

Ketujuh tersangka mengaku tidak bersalah di pengadilan Nairobi dan dibebaskan dengan jaminan sebelum kasus mereka dilanjutkan pada 12 Maret.

Polisi mengatakan, salah seorang tersangka menirukan suara Kenyatta sementara enam tersangka lainnya datang dengan mobil mewah untuk mengumpulkan uangnya.

"Merali .... memberikan lampu hijau kepada direktur keuangan untuk memproses pembayaran karena percaya bahwa dia berbicara kepada kepala negara," demikian ditulis dalam dokumen pengadilan yang dilansir Reuters, Rabu (27/2/2019).

Kasus itu dianggap menarik dan menunjukkan begitu parahnya korupsi di negara ekonomi terbesar di Afrika Timur itu.

"Sangat normal untuk diancam ... bahwa dia (Merali) bahkan tidak repot-repot memeriksa sebelum mengirim uang," kata Aktivis Anti-Korupsi, John Githongo kepada Reuters. "Hal itu bisa terjadi, terutama saat ini ketika kita seolah-olah berada di tengah-tengah kampanye anti-korupsi, menunjukkan bahwa sebagian besar dari itu hanyalah pertunjukan semata."

Pemerintah Kenyatta telah berulang kali dikritik karena skandal korupsi di sektor kesehatan, badan pemuda nasional dan kontrak konstruksi.

Pada Mei lalu, puluhan pejabat senior dan pengusaha didakwa dengan berbagai kejahatan terkait pencurian hampir USD100 juta dari badan negara National Youth Service (NYS).

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini