Tidak ingin lebih banyak lagi yang digigit, anjing tersebut dieliminasi dan kejadian pengigitan dilaporkan kepada aparat terdekat. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dokter hewan setempat dengan melakukan observasi di lokasi kejadian.
Sampel kepala anjing dikirim ke Balai Besar Veteriner (BB-VET) Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Bali. Pada Senin 25 Februari, uji sampel itu sudah terbit dan hasilnya positif rabies.
Mengantisipasi penularan rabies ke manusia, tiga anak yang tergigit itu mendapatkan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR). Suntikan VAR diperoleh di Puskemas Tejakula, Kecamatan Tejakula karena di Puskesmas Banjar tidak memiliki stok.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswa) Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Drh Wayan Susila membenarkan kasus positif pada rabies di Dudusn Ambengan Desa Banjar itu. Ia mengatakan, sesuai hasil koordinasi bersama aparat pemerintahan desa dan kecamatan, telah dilakukan upaya untuk mencegah terjadinya kasus gigitan anjing rabies.
“Jadi benar kalau kasus positif rabis kita temukan di Banjar. Upaya penanganan sesuai SOP sudah dilakukan pascahasil uji sampel otak anjing terbit,” katanya
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.