KPAI Bareng Cyber Polri Usut Video Siswa SD Nyanyi Prabowo-Sandi

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 06:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 27 605 2023296 kpai-bareng-cyber-polri-usut-video-siswa-sd-nyanyi-prabowo-sandi-Ro7PqEB6w7.jpg Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saat debat perdana Pilpres 2019. Foto: Okezone/Heru Haryono

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berkoordinasi dengan tim Cyber Polri untuk melacak lokasi pembuatan video yang diduga memperlihatkan sejumlah siswa sekolah dasar menyanyikan lagu paslon pilpres tertentu.

Sebelumnya, beredar video sejumlah siswa sekolah dasar menyanyikan lagu Prabowo-Sandi di dalam kelas. Dalam video yang beredar di WhatsApp Group itu, tampak siswa dengan kompak menyanyikan lagu yang liriknya berisi ajakan untuk memilih pasangan calon nomor urut 02 tersebut.

Komisioner KPAI, Jasra Putra mengatakan pihaknya telah menerima video tersebut. Namun hingga kini belum diketahui di mana lokasi dan siapa yang merekam peristiwa tersebut sehingga menjadi viral.

"Oleh sebab itu KPAI sedang melakukan kajian terhadap video itu termasuk berkoordinasi dengan tim Cyber Polri untuk melacak lokasi pembuatan video tersebut," ucap Jasra kepada Okezone, Rabu (27/2/2019).

Foto/Okezone 

KPAI sangat menyayangkan masih terjadinya pelibatan penyalahgunaan anak dalam politik. Padahal UU 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 15 menegaskan bahwa anak memiliki hak perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik.

Kata Jasra, mengajak anak untuk mendukung salah satu paslon capres sebagaimana video yang beredar adalah upaya mengabaikan hak-hak perlindungan anak, terutama kepentingan terbaik anak agak tidak menjadi sasaran perundungan dan bentuk-bentuk perdebatan pro dan kontra oleh pendukung yang berbeda.

"Hasil kajian terkait video tersebut, kita akan panggil pihak sekolah yang bersangkutan untuk diminta klarifikasi, kenapa sekolah tidak bisa menjaga agar kampanye steril dari sekolah. Selanjutnya hasil kajian dan klarifikasi tersebut akan kita sampaikan ke Bawaslu untuk mengambil langkah-langkah sesuai dengan kewenangan yang diamanatkan dalam undang-undang Pemilu," tutur Jasra.

Foto/Okezone 

Dalam pantauan dan pengawasan yang dilakukan oleh KPAI sepanjang 2019, kasus pelibatan anak dalam politik trennya meningkat. Ada sekitar 18 aduan yang masuk, 5 kasus pelibatan anak dalam politik oleh jaringan timses atau timses Capres dan Cawapres, 13 kasus pelibatan penyalahgunaan oleh partai politik nasional dengan berbagai bentuk pelibatan, mulai membawa bendera partai, memakai atribut partai, sampai memasang bendera partai politik.

"KPAI meminta timses nomor urut 01 dan 02, caleg termasuk keluarga untuk mensetop pelibatan penyalahgunaan anak dalam politik termasuk upaya-upaya pencegahan," ujar Jasra.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini