nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sadapan KPK Ungkap Dugaan Lucas Perintahkan Eddy Sindoro Menetap di Luar Negeri

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 28 Februari 2019 21:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 28 337 2024207 sadapan-kpk-ungkap-dugaan-lucas-perintahkan-eddy-sindoro-menetap-di-luar-negeri-j1ZmwYLwno.jpg Advokat Lucas (Dok Okezone)

JAKARTA - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar rekaman sadapan yang diduga berisikan percakapan antara terdakwa Lucas dengan Eddy Sindoro dalam sidang lanjutan dugaan merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan KPK, pada hari ini.

Dalam rekaman tersebut, suara yang diduga terdakwa Lucas pernah menyarankan buronan KPK, Eddy Sindoro, menetap di luar negeri dan tidak kembali ke Indonesia dalam kurun waktu 12 tahun. Sebab, jika sudah lebih dari 12 tahun, status tersangka Eddy Sindoro bisa kedaluwarsa.

Kedaluwarsa status untuk tersangka tertuang dalam Pasal 78 ayat (1) butir 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang menjelaskan bahwa tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara lebih dari tiga tahun tidak dapat dilakukan penuntutan apabila sudah lewat 12 tahun.

Sidang Lucas

Berikut rekaman sadapan percakapan yang diduga suara Lucas dan Eddy Sindoro membicarakan soal dugaan upaya untuk meloloskan Eddy Sindoro dari jeratan hukum KPK :

Male(Eddy Sindoro): Iya, jadi kalau sarannya Prof tadi itu, dak (suara tidak jelas), Indonesia, sudah selesai gitu (suara tidak jelas) gitu aja ya?

 

Lucas: Iya lepas sementara, berarti you, you mau ke dunia manapun, you tidak ada hambatan kan.

 

Eddy Sindoro: Iya dah selesai. Berarti itu, titik udah selesai itu. Dari situ udah selesai.

 

Lucas: Iya, setelah selesai itu kan, nanti kan, after twelve years kan gugur ni barang Pak.

 

Eddy Sindoro: Okay, nunggu 12 tahun itu jadi.

 

Lucas: Ha iya, tapi ya selama 12 tahun you mau ke mana aja kan bisa aja.

 

Eddy Sindoro: Okay, jadi ini skenario si Brother waktu itu ngomong, sama ini ya? Kan saya cerita waktu itu, bahwa dia bicaranya itu pokoknya dia enggak menyarankan...nota citizenship. Tapi dia itu sarannya itu ini, yang crossing itu lho. Sambil biar kedaluwarsa sendiri. Saya tanya berapa lama, 'hitungan dua belas tahun lah'. Lama banget gitu loh. Saya langsung (suara tidak jelas).

Namun, Lucas membantah bahwa rekaman sadapan yang diputar KPK di persidangan ‎tersebut bukan dirinya. Dia mengklaim nomor telepon yang diputar dalam rekaman tersebut bukan miliknya.

 

"Saya tidak tahu itu percakapan siapa dengan siapa," kata Lucas.

 

(Baca Juga : Jaksa KPK Putar Rekaman Sadapan Diduga Percakapan Lucas dan Eddy Sindoro)

Dalam perkara ini, Advokat Lucas didakwa bersama-sama dengan Dina Soraya telah merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro. Lucas diduga menyarankan Eddy Sindoro selaku tersangka untuk tidak kembali ke Indonesia.  

Jaksa KPK juga mendakwa Lucas membantu mengupayakan agar Eddy Sindoro masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi. Hal itu dilakukan Lucas untuk menghindari tindakan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Eddy Sindoro.

(Baca Juga : Lucas Nilai Alat Bukti BAP Dina Soraya Direkayasa)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini