"Kalau Indonesia mau bertahan, kalau ingin jadi negara besar, Indonesia akan bertahan sehari sebelum kiamat dengan anak muda yang waras, jernih, dan bertanggung jawab. Sebab, Mohammad Hatta mengatakan demokratis hanya bisa berjalan dengan tiga cara, tanggung jawab, rasa memiliki, dan lapang dada. Dikelola dengan baik. Jangan ada permusuhan," ungkapnya lagi.
Sementara itu, Inisiator Gerakan Ikrar Kebangsaan dari Aliansi Anak Bangsa Untuk Indonesia (ABI) Ngatawi Al Zastrouw mengungkapkan, keberagaman merupakan tradisi bangsa Indonesia. Menurutnya, keberagaman tersebut dapat membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila.
“Mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara NKRI yang berdasarkan Pancasila, hakekatnya merupakan perwujudan dari spirit mengamalkan ajaran dan nilai-nilai agama,” ucapnya.
Ngatawi juga menyinggung soal maraknya hoaks di Indonesia. Ia menilai fitnah, hoaks, dan ujaran kebencian bertujuan untuk menghancurkan rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia.
“Ini bisa mengancam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika ini dibiarkan maka akan mengancam keberagaman dan mengikis semangat kebangsaan bangsa Indonesia," ujarnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.