nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Tapanuli Selatan Diresahkan Serangan Monyet yang Masuk Perkampungan

Antara, Jurnalis · Kamis 28 Februari 2019 12:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 28 608 2023912 warga-tapanuli-selatan-diresahkan-serangan-monyet-yang-masuk-perkampungan-QTbUuWWd3t.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

TAPSEL - Serangan hama monyet meresahkan petani bahkan sudah berani memasuki pemukiman warga di Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pengurus Forum Petani Sipirok Herman Harahap, mengeluhkan sekawanan monyet tidak saja merusak lahan pertanian dan perkebunan, tetapi juga sudah masuk ke perkampungan warga.

"Perkembangan hewan itu cukup tinggi. Dua tahun terakhir ini sudah semain ramai terutama di daerah pertanian warga di Lembah Tor (Gunung) Sibohi dan tor Sibual-buali," katanya melansir dari laman Antaranews, Kamis (28/2/2019).

Tanaman para petani, seperti buah-buahan, ubi, cabai, coklat, bahkan padi dan kopi apalagi pisang di atas lahan di lembah kedua gunung itu kata dia, rusak akibat serangan monyet.

"Warga petani Desa Sumuran, Desa Parsorminan, Desa Paran Dolok, Desa Huta Baru, Desa Padang Bujur, Desa Mandura dan lainnya sudah hampir putus asa untuk bercocok tanam di lembah tersebut, karena trauma hama monyet," tuturnya.

Menurutnya, cukup banyak kerugian yang diderita sebagai dampak kerusakan tanaman yang merupakan sumber perekonomian warga akibat serangan monyet yang sangat susah untuk dibasmi itu. Sebenarnya, kata dia, masyarakat ingin menghabisi hama monyet tetapi tidak tahu caranya.

"Meski sudah diracun tidak berdampak, di usir malah melawan, pakai senapan takut kena sanksi, monyet memang licik," katanya.

Sekarang, kata dia, kaum ibu banyak yang takut pergi berkebun atau berladang ke lembah apalagi sendirian. Mereka khawatir serangan monyet yang secara tiba-tiba apalagi sebagian monyet badannya besar.

Apalagi, tambahnya, sekawanan monyet yang terkadang mencapai puluhan bahkan ratusan ekor tersebut belakangan ini sebagian sudah mulai memasuki permukiman warga, diduga karena sudah kehabisan makanan yang ada di areal kebun maupun pertanian warga.

"Kita juga tidak menginginkan adanya kejadian korban diakibatkan keberadaan hama monyet di daerah ini," ujarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini