Sebab itu, ia menyayangkan karena kehidupan politik dan demokrasi, yang susah payah dibangun sejak krisis 1998 dan hasilnya kian nyata, namun saat ini terasa mundur kembali.
"Saat Partai Demokrat berada di pemerintahan, atau ketika menjadi 'the ruling party', sesungguhnya kami bersyukur karena demokrasi, termasuk pemilu kita makin matang dan makin berkualitas," ujarnya.
Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menambahkan, ketika Demokrat memimpin, stabilitas politik terjaga baik dan kalau ada riak dan dinamika, hal itu memang menjadi bagian dari demokrasi dan kebebasan itu sendiri. Ketika pemilu, menurutnya, tidak muncul ketegangan yang berlebihan antarkelompok pendukung, golongan, apalagi antaridentitas (SARA).
"Perbedaan pandangan dan pilihan politik tidak dibawa ke level pribadi atau personal. Kalau pun ada, jumlahnya relatif kecil dan tidak menjadi keprihatinan nasional," katanya.
Pesta demokrasi seharusnya disambut dengan riang gembira, bukan dengan kebencian dan hati yang susah, karena putusnya silaturahmi akibat perbedaan pandangan dan pilihan politik.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.