nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Urus E-KTP di Tangsel, Warga Sampai Menginap di Kantor Disdukcapil

Hambali, Jurnalis · Sabtu 02 Maret 2019 14:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 02 338 2024909 urus-e-ktp-di-tangsel-warga-sampai-menginap-di-kantor-disdukcapil-j1IyTO6vER.jpg Antrean warga mengular di Kantor Dinas Dukcapil Tangsel (Foto: Hambali)

TANGSEL - Antrean panjang menjadi tontonan yang biasa menghiasi area Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang Selatan (Tangsel), di Jalan Raya Serpong, Cilenggang, Serpong Utara. 

Sudah memasuki pekan ketiga ini, tiap Sabtu warga berebut nomor antrean hingga harus rela menginap di lokasi.

Warga mengantre untuk mengurus pencetakan e-KTP. Mereka datang dari berbagai kecamatan di Kota yang dipimpin Airin Rachmi Diany itu. Baik tua, muda, laki-laki dan perempuan seluruhnya berjejalan, membuat penuh sesak halaman maupun bagian dalam Kantor Disdukcapil.

Penelusuran Okezone, warga memilih datang sejak tengah malam demi mendapatkan nomor antrean. Sebab, hanya dibatasi 500 nomor dalam satu hari berjalan. Tak ayal, mereka yang datang setelah kuota itu harus pasrah tak mendapatkan pelayanan.

"Saya dari jam 00.30 WIB sampai sini. Kalau enggak begitu nanti enggak dapat nomor antrean kayak minggu lalu. Jam segitu aja tadi sudah banyak yang ngumpul," ujar pria paruh baya berinisial HS (50), warta asal Kampung Sengkol, Setu, Sabtu (2/3/2019).

(Baca Juga: Kemendagri Luruskan 5 Isu Hoaks soal E-KTP)

HS tak mau namanya diungkap jelas, karena khawatir keterangannya itu justru mempersulitnya saat mengurus pencetakan E-KTP. Menurutnya, antrean panjang sudah berlangsung sejak tengah malam, dan ia mendapatkan nomor antrean ke-350.

"Ini buktinya, saya yang datang dari malam aja dapat nomor 350. Jadi, yang datang awal ke sini, tetap antre sampai panjang tadi, habis itu paginya baru dikasih nomor antrean," tuturnya.

Disdukcapil Tangsel 

Warga lainnya yang ikut dalam antrean, Yolanda Yuliana (23) mengatakan, datang sekira pukul 04.00 WIB. Meskipun seorang perempuan, mau tak mau harus datang jauh lebih awal dari jam operasional pelayanan Disdukcapil yang baru dibuka pagi hari.

"Saya dari Pamulang, datang jam 04.00 WIB. Kalau saya kan masih muda ya, yang kasihan itu mereka yang sudah berumur lebih tua dari saya, harus datang dari jauh-jauh terus antre panjang juga," ujarnya.

Informasinya, Disdukcapil Kota Tangsel memiliki 10 alat cetak E-KTP, namun hanya 3 alat yang difungsikan karena 7 lainnya disebut mengalami kerusakan. Sayangnya, alat yang rusak rupanya belum mengalami perbaikan hingga saat ini.

"Yang riil dipakai saat ini ada 3 alat, 2 rusak, dan 5 lainnya itu dibuat sparepart cadangan. Kita menunggu anggaran dari Pemkot, mudah-mudahan terealisasi pada tahun 2020," ucap Heru Sudarmanto, Kepala Bidang Pelayanan Kependudukan Disdukcapil Kota Tangsel saat dikonfirmasi.

Heru mengakui, kuota pelayanan pada hari Sabtu memang tak akan mampu menampung jumlah pemohon yang ada. Oleh karenanya, sejak awal memberitahukan kepada masyarakat proses pencetakan E-KTP bisa dilakukan pada waktu normal dengan sistem online, yakni Senin hingga Jumat.

"Memang kalau untuk pelayanan manual hari Sabtu ini kita buka sampai tanggal 13 April 2019, itu untuk mendukung Pemilu nanti. Jadi kita sarankan, masyarakat jangan memaksakan datang di hari yang sama jika sudah tak dapat nomor antrean, bisa Sabtu depan, atau bisa juga di hari normal," ujarnya.

(Baca Juga: Terapkan Perlindungan Layanan Digital, Dukcapil Kemendagri Gandeng BSSN

Dilanjutkannya, pelayanan manual pada hari Sabtu sengaja dibuka guna menyisir masyarakat yang kekurangan akses untuk mendaftar secara online, atau bagi mereka yang sibuk bekerja pada hari Senin-Jumat. Kebijakan itu pun akan dibatasi sampai 13 April 2019 mendatang.

"Setelah batas itu, kita alihkan lagi ke waktu normal secara online," ujar Heru.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini