Mengenal Kartu Pra Kerja, KIP Kuliah dan SDM Premium yang Dijanjikan Jokowi

Asdar Zuula, Jurnalis · Sabtu 02 Maret 2019 03:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 02 605 2024777 mengenal-kartu-pra-kerja-kip-kuliah-dan-sdm-premium-yang-dijanjikan-jokowi-LslZ3X82Ir.jpeg Jokowi saat menjelaskan Kartu Pekerja dan KIP Kuliah di depan para milenial Kendari (Asdar/MNC Media)

KENDARI - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) ngobrol pintar (Ngopi) bersama ratusan kaum milenial di salah satu warung kopi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (01/03/2019) malam.

Pada kesempatan itu, Jokowi memperkenalkan dua kartu sakti dari tambahan tiga kartu program andalannya yang sudah lebih dulu diluncurkan. Adalah Kartu Pra Kerja dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, serta program sumber daya manusia (SDM) premium.

Menurut Jokowi, Kartu Pra Kerja diperuntukan kepada anak-anak muda yang lulus SMA, SMK, Politeknik dan pergurutan tinggi untuk masuk ke industri, agar mendapatkan pekerjaan.

"Inilah yang kartunya disiapkan, kemudian ditraining sesuai dengan skill, sesuai dengan keterampilan yang ada, ada skilling, upskiling dan reskilling, artinya semuanya nanti dikerjakan oleh instruktur-instruktur yang memang memiliki kualifikasi yang baik" kata Jokowi.

Pemegang Kartu Pra Kerja, menurut Jokowi, tidak hanya ditraining di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Jika pemegang kartu ini nantinya belum mendapat pekerjaan, maka pemerintah akan memberikan honor untuk bekal hidup, namun besarannya ditentukan nanti.

Sementara Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah akan diberikan kepada anak muda yang ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi, namun tidak memiliki biaya.

"Karena memang kita ingin ada sebuah lompatan kualitas sumber daya manusia kita, sehingga ke depan yang ingin kita kerjakan adalah, pembangunan sumber daya manusia yang sebesar-besarnya seperti kita membangun infrastruktur dalam lima tahun ini" ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, perubahan global saat ini harus menggeser strategi, sehingga SDM menjadi sebuah kekuatan dan potensi untuk berkompetisi dengan negara-negara lain.

Jokowi yakin, anak muda di Indonesia memiliki kemampuan apabila diasah dan ditraining sebaik-baiknya.

Selain dua kartu itu, Jokowi juga menyiapkan program SDM Premium. Hal ini untuk menjawab tantangan revolusi industri 0.4 di mana manusia harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat.

"Antisipasi adanya perubahan-perubahan yang sangat cepat ini, oleh sebab itu, harus ada persiapan SDM Premium kita" Kata Jokowi.

Harapan Jokowi, anak muda di daerah bisa mendominasi SDM Premium, sehingga daerah bisa mengembangakan sumber daya alamnya sesuai dengan teknologi yang dimiliki.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini