PRESIDEN Aljazair Abdelaziz Bouteflika pada Minggu 3 Maret 2019 mengatakan, jika terpilih lagi pada bulan April nanti, ia tidak akan menjalani masa jabatan lima tahun secara penuh. Sementara di luar sana demonstrasi anti-pemerintah terus berlangsung di Aljazair.
Juru bicara kepresidenan menuturkan, Bouteflika yang telah menjadi presiden sejak 1999, terbang ke Swiss pada hari Minggu untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan rutin. Peraturan di Aljazair tidak mengharuskan presiden datang secara pribadi untuk mendaftarkan pencalonannya.
(Baca juga: Liput Demonstrasi Menentang Presiden, Puluhan Wartawan di Aljazair Ditahan Polisi)
Manajer kampanye Bouteflika, Abdelghani Zaalane, mengatakan melalui televisi bahwa presiden akan mengadakan pemilihan baru dalam waktu satu tahun jika terpilih lagi nanti.

Demonstrasi jalanan dimulai 10 hari lalu ketika Bouteflika mengumumkan rencana itu. Aksi tersebut sebagian besar berlangsung damai, namun pada Jumat lalu ada laporan terjadi kekerasan dan menyebabkan satu orang tewas.
(Baca juga: Serangan Bom Bunuh Diri Tewaskan Dua Polisi di Aljazair)
Presiden berusia 82 tahun itu jarang tampak di muka umum sejak menderita serangan otak pada 2013. Ia harus menggunakan kursi roda untuk beraktivitas. Pemilihan presiden sendiri akan dilangsungkan pada 18 April 2019.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.