'Harta Karun' di Kuburan Kuno Sragen Akan Diuji Laboratorium

Solopos.com, · Senin 04 Maret 2019 02:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 04 512 2025369 harta-karun-di-kuburan-kuno-sragen-akan-diuji-laboratorium-IrxHUR0jHz.jpg Dua Anggota Tim Arkeolog Bersihkan Kuburan Kuno di Dusun Toho, Desa Bukuran, Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah (foto: M Khodiq Duhri/Solopos)

SRAGEN - Tim Arkeolog masih melakukan pembersihan di area kuburan kuno di Dusun Toho, Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Sragen.

Saat it, permukaan tanah masih basah oleh hujan yang turun malam sebelumnya. Dengan kaki telanjang, dua wanita muda terjun ke sebuah lubang tanah berukuran sekira 2 meter x 3 meter.

(Baca Juga: Tugu Pahlawan Indonesia yang 'Terkubur' Zaman) 

Berbekal kuas, keduanya membersihkan pecahan-pecahan periuk yang ditemukan di lokasi ekskavasi kuburan kuno di Dusun Toho, Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Sragen.

Kajian itu berlangsung sejak Jumat 22 Februari 2019 hingga Selasa 5 Maret 2019. Kegiatan ini digelar untuk mengetahui sebaran kubur kuno yang kental dengan tradisi peninggalan zaman megalitikum serta mengkaji hasil temuan dari kegiatan ekskavasi.

Dua kubur kuno berhasil ditemukan tim arkeolog di titik ekskavasi Dusun Toho. Di sekitar dua kubur kuno tersebut terdapat banyak pecahan gerabah atau periuk yang sudah menyatu dengan tanah.

Dibutuhkan kehati-hatian dan ketelitian yang ekstra untuk menyelamatkan ‘harta karun’ yang akan memperkaya khasanah nilai-nilai budaya di Situs Sangiran itu.

“Kami tertantang menyelamatkan temuan ini sampai ke laboratorium dengan meminimalkan kerusakan sesedikit mungkin. Tanah yang menempel di pecahan gerabah atau periuk itu sebisa mungkin harus dihilangkan. Tapi, kalau semua tanah yang menempel harus dihilangkan itu rasanya mustahil,” ujar Pipit Meilinda saat berbincang dengan Solopos di lokasi, Sabtu 2 Maret 2019.

Sejauh ini belum diketahui apa fungsi gerabah atau periuk yang ditemukan di kubur kuno tersebut. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut melalui laboratorium untuk mendeteksi fungsi gerabah atau periuk itu.

Periuk itu bisa jadi digunakan untuk menyimpan benda-benda berharga seperti emas, manik-manik, dan lain sebagainya. Setidaknya benda-benda berharga tersebut yang pernah ditemukan warga sekitar di kubur kuno yang biasa mereka sebut dengan istilah Kubur Buddha.

Namun, bisa juga gerabah dan periuk tersebut merupakan bagian dari perkakas atau peralatan memasak. “Apa fungsi dari gerabah atau periuk itu nanti baru terjawab setelah dianalisis di laboratorium. Di dalam gerabah atau periuk itu masih ada tanah yang belum dikorek. Kami belum tahu apakah di dalam tanah itu ada isinya,” ujar Riyana Wulan Pradipta, arkeolog muda asal Bantul ini.

Ini adalah penelitian di bidang arkeologi untuk kali kesekian yang diikuti Pipit dan Dipta. Sebelumnya, Pipit lebih banyak terlibat dalam sejumlah kegiatan ekskavasi situs candi peninggalan zaman Majapahit. Menurutnya, tantangan setiap ekskavasi berbeda-beda.

“Untuk mengangkat temuan ini, idealnya memakai bahan kimia untuk mencegah terjadinya kerusakan. Tapi, nanti kami akan menggunakan peralatan seadanya. Pastinya secara manual. Proses pengangkatan temuan ini nanti akan didokumentasikan supaya kami tidak kehilangan data,” ucap Pipit yang berasal dari Depok ini.

(Baca Juga: Sejarah di Balik Gedung Bekas Petinggi VOC Dekat Tugu Muda Semarang) 

Proses yang tak kalah sulit adalah membuat rekontruksi dari gerabah atau periuk itu. Setelah pecahan gerabah itu dibersihkan dan dianalisis di laboratorium, rekonstruksi menjadi tahapan selanjutnya.

Pecahan-pecahan gerabah ini akan diukur terlebih dulu. Proses rekonstruksi seperti halnya menyusun puzzle. “Bila cocok, bisa direkatkan pakai lem khusus. Tapi itu juga bukan perkara mudah mengingat gerabah itu sudah terpecah menjadi banyak bagian,” jelas Dipta.

Sebagaimana diinformasikan, kuburan kuno yang diduga dari zaman megalitikum banyak terdeteksi di lima desa wilayah Sragen. Saat ini tim arkeolog tengah berupaya menggali guna mengetahui ada apa di balik kuburan kuno itu.

(fid)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini