nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Oknum Polisi Terlibat di Tambang Ilegal yang Sebabkan Banjir Bandang Maros

Herman Amiruddin, Jurnalis · Senin 04 Maret 2019 12:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 04 609 2025482 ada-oknum-polisi-terlibat-di-tambang-ilegal-yang-sebabkan-banjir-bandang-maros-i0XNaH29BQ.jpg KAbid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani (Foto: Herman Amiruddin/Okezone)

MAKASSAR - Adanya aktivitas tambang ilegal telah menyebabkan banjir bandang di Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Di mana banjir tersebut diduga disebabkan adanya tambang batu di area pemukiman warga yang melibatkan oknum polisi inisial Bripka MN.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, adanya keterlibatan oknum polisi dari informasi tersebut, akan dilakukan pengecekan lebih dulu.

 Baca juga: Data Terbaru Banjir dan Longsor Sulsel: 68 Orang Meninggal dan 7 Orang Hilang

"Tentu lebih dulu kita akan kroscek ya apakah betul tindakan oknum tersebut mengakibatkan terjadinya tanah yang longsor ataupun banjir. Terkait oknum polisi tentu ada informasi ini kita akan cek dan kita akan lakukan pemeriksaan terhadap oknum tersebut. Apakah benar tambang tersebut milik dia ataukah milik orang lain," kata Dicky kepada Okezone saat di Temui di SPN Batua Makassar, Senin (4/3/2019)

Dicky meminta ke warga agar langsung tanyakan ke kepolisian apabila mengetahui adanya tambang ilegal.

 Baca juga: Jembatan Gantung Ambrol Diterjang Banjir, 2 Desa Terisolasi

"Bisa tanya ke kepolisian saja. Kami akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait terutama dinas pertambangan, lingkungan hidup supaya hasilnya nanti kita akan sampaikan karena akibat pertambangan atau akibat yang lain," ungkapnya.

Sebelumnya, kemarin Minggu (3/3) banjir bandang yang melanda Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, diduga disebabkan adanya tambang liar dan pembabatan hutan.

 Baca juga: Merangin Dikepung Banjir, Sawah Siap Panen Terendam, Warga Butuh Air Bersih dan Makanan

Banjir bandang yang melanda Tompobulu, kemarin tersebut, merendam puluhan rumah warga dan sekolah dasar serta sapi terhanyut arus.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini