PARIS - Demonstran “Rompi Kuning” dilaporkan menggunakan senjata yang menjijikkan untuk menghadapi aparat keamanan dalam demonstrasi terakhir mereka. Sedikitnya tiga polisi Prancis diketahui telah menerima lemparan bom tinja saat mengawal unjuk rasa Rompi Kuning akhir pekan lalu.
Petugas polisi kriminal (BAC) mendapat serangan tinja di Kota Marseille pada Sabtu, dan berlumur kotoran manusia di tubuhnya. Salah satu petugas dilaporkan juga mengalami cidera sebagai tambahan dari penghinaan yang dia terima dengan mengalami luka fisik pada sikunya.
BACA JUGA: Demonstran Rompi Kuning Kembali Beraksi, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Insiden itu telah dikonfirmasi oleh polisi, dengan kepala serikat polisi setempat Rudy Manna mengungkap detail kejadian itu kepada Surat Kabar La Provence.
“(Para petugas polisi) mendapatkan tinja di rambut mereka, di sepatu mereka, mereka harus membuang pakaian mereka. Mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak pernah dipermalukan seperti itu, ” kata Manna sebagaimana dikutip RT, Selasa (5/3/2019). "Dan karena itu benar-benar sore yang buruk, kamar mandi tidak bekerja di Stasiun Utara, mereka harus membersihkan diri dengan air dingin di garasi."
Para pelaku serangan bom tinja itu belum diidentifikasi, karena mereka bersembunyi di antara pengunjuk rasa lainnya.
🇨🇵[FLASH] - Hier lors de l'#ActeXVI des #GiletsJaunes, plusieurs policiers ont été souillés par des #cacatov. Par-dessus tout les douches du commissariat ne fonctionnaient plus et ont dû se doucher au jet d'eau à l'eau froide. Jamais ont-ils dit, avoir été autant humiliés #Acte16 pic.twitter.com/6AtTsxAY6H
— La Plume Libre (@LPLdirect) March 3, 2019
Proyektil tinja yang digunakan para demonstran itu dijuluki sebagai 'Cacatov' – mengikuti nama bom Molotov, tetapi hanya diisi dengan tinja, bukan bensin. Versi bom tinja yang 'lebih ringan' dikenal sebagai 'Pipitov' dan diisi dengan air seni.
Selain di Marseille, Cacatov juga dilaporkan digunakan demonstran Rompi Kuning di Montpellier. Bom kotoran telah dikerahkan di Paris pada awal 23 Februari, dengan serikat polisi telah memberikan peringatan atas tindakan para demonstran yang “direncanakan dan menjijikkan” itu.
Menjelang demonstrasi, beberapa orang telah membagikan cara-cara membuat bom tinja itu dengan benar. Tinja yang akan digunakan diberi cairan atau air seni sampai berubah menjadi cair sebelum dituang ke dalam wadahnya, bisa berupa balon atau wadah lainnya yang mudah pecah jika terkena benturan.
Salah seorang pengunjuk rasa Rompi Kuning bahkan telah merilis video yang cukup panjang, yang membahas mengenai manfaat dari bom menjijikkan itu. Dia memuji efek psikologis yang diduga dimiliki Cacatov terhadap aparat keamanan, yang akan melihatnya sebagai sebuah penghinaan.
Menurut pengunjuk rasa itu, ide tersebut berasal dari Venezuela, di mana demonstran anti-pemerintah mengerahkan bom tinja pada awal 2017. Tetapi, ide untuk menyambit lawan dengan tinja sepertinya sudah ada sejak zaman dahulu kala.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.