nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demonstran Rompi Kuning Kembali Beraksi, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Agregasi VOA, Jurnalis · Minggu 09 Desember 2018 10:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 09 18 1988757 demonstran-rompi-kuning-kembali-beraksi-polisi-tembakkan-gas-air-mata-ufIjJjA4xw.JPG Kerusuhan terjadi saat demonstran berompi kuning berunjuk rasa di Paris, Prancis (Foto: AP)

PARIS - Polisi Prancis yang didukung kendaraan-kendaraan lapis baja menembakkan gas air mata ke arah para demonstran berompi kuning di Champs Elysees pada Sabtu 8 Desember 2018 kemarin. Para demonstran memprotes mahalnya biaya hidup di Prancis.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Christophe Castaner mensinyalir, aksi kekerasan di Paris telah dikendalikan. Kendati masih terjadi sejumlah kekacauan yang menurutnya sulit diterima. Dirinya memperkirakan 10.000 demonstran telah turun ke jalan-jalan di Paris dan mereka termasuk diantara sekitar 125 ribu pengunjuk rasa di seluruh negara itu.

Mengutip dari VOA Indonesia, Minggu (9/12/2018), para pengunjuk rasa mengenakan rompi kuning, simbol protes para pengendara Prancis terhadap kenaikan pajak solar. Ia mengatakan hampir 1.000 orang ditangkap di Paris dan bahwa 135 lainnya cedera, termasuk 17 polisi.

Aksi demonstrasi yang memasuki minggu keempat ini membuat otorita berwenang di Prancis menutup Menara Eiffel dan beberapa lokasi wisata utama, serta memobilisasi ribuan aparat keamanan.

Rompi Kuning

Banyak toko-toko di Paris memutuskan untuk tutup sebelum dimulainya aksi demonstrasi, agar tidak dijarah atau dirusak. Polisi juga menutup banyak jalan di pusat kota.

Lebih dari 89.000 polisi dikerahkan di seluruh Prancis, jauh lebih banyak dibanding 65.000 polisi yang dimobilisir pekan lalu ketika demonstrasi memprotes kenaikan pajak berubah menjadi aksi kekerasan dan kerusuhan yang membuat lebih dari 130 orang luka-luka.

Polisi memindahkan seluruh barang di jalan yang dapat digunakan sebagai senjata dan proyektil selama demonstrasi, termasuk kursi dan meja yang banyak terdapat di luar kafe atau restoran. Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat malam lalu secara mendadak mendatangi sekelompok petugas antihuru-hara di luar Paris untuk mengapresiasi kinerja mereka.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini