Rusia Resmi Bekukan Perjanjian Senjata Nuklir dengan AS

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 05 Maret 2019 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 05 18 2026051 rusia-resmi-bekukan-perjanjian-senjata-nuklir-dengan-as-4toEKjUQDs.jpg Rudal Iskander Rusia. (Foto: Reuters)

MOSKOW – Presiden Rusia, Vladimir Putin telah menandatangani dekrit yang menangguhkan kesepakatan senjata nuklir jarak menengah (Intermediate Nuclear Forces Treaty/INF). Langkah itu dilakukan Rusia untuk merespons keputusan serupa yang diambil Amerika Serikat (AS) pada bulan lalu.

RT Selasa (5/3/2019), melaporkan, berdasarkan dekrit Kremlin yang diumumkan pada Senin, perjanjian era Perang Dingin yang secara signifikan memberlakukan demiliterisasi di Benua Eropa itu dapat diaktifkan kembali jika AS telah “menghilangkan pelanggaran terhadap kewajiban” yang dilakukannya sebelumnya di bawah kesepakatan itu. Jika hal itu tidak dilakukan, maka INF yang akan jatuh tempo dalam waktu enam bulan hanya akan habis masa berlakunya dan hilang.

BACA JUGA: Gagal Capai Kesepakatan dengan Rusia, AS Akan Keluar dari Perjanjian Senjata Nuklir

INF yang mulai berlaku pada 1988 melarang baik AS mau pun Uni Soviet untuk mengembangkan dan mengerahkan rudal balistik berbasis darat dengan jangkauan antara 500 sampai 5.500 kilometer. Perjanjian itu ditandatangani untuk menurunkan ketegangan di Eropa di mana kedua kubu menyebar puluhan rudal yang membuka kemungkinan terjadinya perang nuklir.

Keberlangsungan perjanjian itu telah terancam selama lebih dari satu dekade, dengan kedua belah pihak mengeluh tentang yang lain tidak sepenuhnya mematuhi ketentuan-ketentuan dalam INF. AS mengklaim bahwa Rusia diam-diam mengembangkan rudal yang melanggar INF - tuduhan yang dibantah Moskow.

BACA JUGA: Rusia Rencanakan Pengembangan Sistem Rudal Baru untuk Hadapi AS Sebelum 2021

Tahun lalu, pemerintahan Trump mengumumkan bahwa kecuali Rusia menghancurkan cadangan misilnya yang diklaim AS sebagai pelanggaran terhadap perjanjian itu, Washington akan menarik diri dari INF. Dengan negosiasi gagal untuk menyelesaikan situasi, AS mengumumkan penangguhan resmi perjanjian pada awal Februari.

Rusia mengatakan akan melakukan hal yang sama dan menuduh AS bermuka dua, mengatakan Washington menggunakan klaimnya tentang rudal Rusia sebagai alasan untuk meninggalkan kesepakatan, yang tidak lagi dirasa bermanfaat.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini