nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cucu di China Curi Tabungan Kakek Rp84 Juta untuk Nonton Video Streaming

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 05 Maret 2019 19:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 05 18 2026238 cucu-di-china-curi-tabungan-kakek-rp84-juta-untuk-nonton-video-streaming-zRj5t2hevk.jpg Uang dicuri untuk memberi tip kepada pembaca acara siaran langsung video streaming. Foto/Daily Mail

Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun di China mencuri tabungan pensiun kakeknya untuk memberi tip kepada para pembawa acara siaran langsung video streaming.

Mengutip Daily Mail, Selasa (5/3/2019) kakek yang bermarga Li, warga provinsi Sichuan mengetahui tabungannya senilai 40.000 yuan atau setara Rp84.juta hilang dari rekening banknya dalam kurun waktu tiga hari.

Setelah memeriksa catatan transaksi, uang tabungannya telah ditransfer ke rekening iQiyi, salah satu situs video daring (online) terbesar di China.

Uang di tabungannya hanya tersisa 600 yuan atau sekira Rp1,2 juta.

Foto/Okezone

Cucu Li, yang dijuluki Xiaowei, mengakui bahwa ia telah menghabiskan uang kakek-neneknya untuk memberi tip dan membeli hadiah kepada perempuan favoritnya di iQiyi.

Baca: Bawa Obat Batuk Sirup ke China Bisa Berujung Ditangkap, Ini Sebabnya

Baca: Gadis 13 Tahun di China Hasilkan Rp21 Juta dari Jasa Pembuatan Pekerjaan Rumah

Li, yang tinggal bersama anak perempuan dan menantunya, jarang mengawasi perilaku cucunya itu.

"Dia suka bermain di ponsel saya dan tahu kata sandi rekening online saya," kata Li, menambahkan bahwa dia telah memberikan nomor pin kepada cucunya agar bocah itu bisa membeli makanan.

Gambar-gambar laporan bank yang dirilis oleh Cover News menunjukkan bocah itu telah melakukan 54 transaksi di iQiyi. Nantinya uang tersebut dikonversi ke 'Qidou', mata uang virtual.

Selain memberi tip, Xiaowei juga telah menggunakan uang kakeknya untuk bermain video game.

Li mengatakan kepada wartawan bahwa uang Rp84 juta adalah penghasilan pensiunnya sepanjang tahun.

Keluarga telah melaporkan kasus ini ke iQiyi. Perusahaan menawarkan pengembalian uang kepada Li setelah penyelidikan.

China memiliki kebijakan bagi siapa pu yang berusia di bawah 18 tahun dianggap sebagai anak di bawah umur dan dianggap belum mempunyai kapasitas untuk mengambil ketupusan di masyarakat.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini