Menaker Hanif Dhakiri Apresiasi Pelaksanaan K3 di Proyek MRT

Abu Sahma Pane, Okezone · Rabu 06 Maret 2019 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 06 1 2026430 menaker-hanif-dhakiri-apresiasi-pelaksanaan-k3-di-proyek-mrt-S2cCs2Cy76.jpg Foto: dok.Humas Kemenaker

JAKARTA – Kesiapan pengoperasian Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sudah mencapai 90 persen. Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri saat meninjau transportasi massal tersebut Senin lalu.

Lebih lanjut, dalam tinjauannya Hanif memeriksa peralatan dan pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sana. Hal ini memang menjadi fokus perhatiannya untuk meminimalisir kecelakaan kerja.

"Ini patut diapresiasi pemerintah. Pelaksanaan K3 di MRT memadai dan SMK3 dijalankan dengan baik, selain pembangunan kesadaran di tingkat pekerjanya cukup kuat, Bisnis transportasi itu separuhnya bisnis keamanan," ujarnya saat menjajal MRT dari Hotel Indonesia-Lebak Bulus-Hotel Indonesia pada pada Senin (25/2/2019).

Hanif menambahkan proyek MRT bukan hanya menguntungkan penggunanya, namun juga membuat tenaga kerja terserap. Sejak awal proyek MRT berjalan, telah menyerap 10.000 tenaga kerja.

"Multiplier effect adanya MRT juga sangat positif dengan terciptanya lapangan kerja dan mendukung pertumbuhnlan kantong-kantong ekonomi di sekitar area yang dilalui jalur MRT, " katanya.

Menyoal lapangan kerja baru yang tercipta setelah adanya MRT, Hanif mengaku belum menghitungnya secara terperinci. Namun setelah MRT nanti beroperasi, diperkirakan menyerap lebih 500 orang tenaga kerja. Untuk vendor supplier jasa keamanan dan kebersihan bisa lebih dari 1000 orang.

"Tapi di luar itu akan muncul kantong ekonomi baru. Misalnya kos-kosan makin ramai, harga tanah makin tinggi dan warung makin tumbuh. Ini akan menambah penyediaan lapangan kerja baru, " katanya.

Hanif menjelaskan, pihaknya patut berbangga karena dalam waktu yang tidak terlalu lama masyarakat memiliki MRT pertama di Indonesia."Insyaallah tanggal 12 Maret 2019, MRT akan uji coba kepada publik. Jadi akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebelum beroperasi secara penuh pada Maret nanti," tuturnya.

Hanif menambahkan, hal yang positif dengan adanya MRT, nantinya bisa membantu memberikan kemudahan transporasi di masyarakat. "Istilahnya kan transformasi kebudayaan juga orang akan dibiasakan mengantre tepat waktu dan orang akan dibiasakan," ungkapnya

Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan pihaknya memiliki ketentuan SMK3 dan SMK3 Perkeretaapian sejak mengerjakan proyek MRT. "Kita sudah sertifikasi dan lolos semuanya. Untuk MRT bisnis keselamatan dan keamanan sangat prioritas. Kita tidak main-main, " ujar William.

William menegaskan jumlah tenaga kerja yang terserap dalam proyek MRT sekitar 550 orang. Sebanyak 350 orang terlibat langsung menjalan kereta api dan 200 tenaga kerja di kantor pusat MRT. "Di outsource tenaga keamanan dan kebersihan serta frontliner sekitar 300 orang, " katanya.

William menambahkan tak ada satu pun TKA di MRT. "Seluruh masinis, tenaga operasi dan pemeliharaan, anak-anak muda Indonesia. Tak ada satu pun TKA, " kata William.

Saat meninjau, Hanif didampingi Sekjen Khairul Anwar, Dirjen Pengawasan K3 Sugeng Priyanto, Dirjen PHI Jamsos Haiyani Rumondang, Direktur Kelembagaan dan Kerja sama Hubungan Industrial (KKHI) Aswansyah, Direktur Sukiyo, Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Pelatihan Kerja, Sukiyo dan Karo Humas Soes Hindharno serta Kadisnakertrans DKI Jakarta Andri Yuliansyah.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini