nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Bantah Lucas soal Tuntutan 12 Tahun Penjara Beraroma Dendam

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 06 Maret 2019 20:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 06 337 2026784 kpk-bantah-lucas-soal-tuntutan-12-tahun-penjara-beraroma-dendam-eluKe5juAL.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Dok Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah pernyataan dari Pengacara Lucas terkait dengan tuntutan Jaksa Penuntut terkait kasus dugaan merintangi proses penyidikan.

Lucas dituntut 12 tahun penjara dan denda Rp600 juta subsidair enam bulan kurungan. Menurut Lucas surat tuntutan Jaksa KPK beraroma dendam. Namun, hal itu dibantah KPK.

"Apa yang dilakukan KPK itu hanya proses hukum saja. Jadi kalau ada keberatan Jawablah dengan argumentasi dan proses hukum. ada proses, ada tahapan pleidoi nanti. Silahkan saja diargumentasikan di sana," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

KPK, dikatakan Febri, selalu mengedepankan asas profesionalitas dalam mengusut suatu perkara. Menurut Febri, pihaknya, bekerja atas bukti dan fakta hukum yang berkembang.

"Tapi kami memastikan semua kasus yang ditangani KPK hanya berdasarkan bukti-bukti yang ada tidak ada faktor lain apalagi kalau dikatakan dendam dan lain-lain itu tidak pernah ada dalam konsep pelaksanaan tugas yang dilakukan KPK," tutur Febri.

Terkait isi tuntutan, Febri menekankan, Jaksa Penuntut KPK memang meyakini dengan keras bahwa Lucas berperan untuk membantu dari terdakwa kasus suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Eddy Sindoro untuk pergi keluar negeri.

Pengacara Lucas (Dok Okezone)

"Itu artinya KPK yakin terdakwa telah melakukan perbuatan menghalang-halangi proses hukum yang dilakukan oleh KPK. Keyakinan KPK itu dituangkan di tuntutan," tutur Febri.

Kendati begitu, Febri tidak mempermasalahkan apabila ada pihak-pihak yang merasa keberatan dari tuntutan tersebut. Pasalnya, ada mekanisme hukum yang diatur Undang-Undang dalam melakukan proses pembelaan.

"Tentu saja kalau nanti pihak terdakwa ingin mengajukan pembelaan silakan saja itu hak dari terdakwa dan mari kita tunggu nanti putusan pengadilannya," ujar Febri.

Jaksa KPK meyakini bahwa, Pengacara Lucas membantu pelarian terdakwa kasus suap pengurusan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Eddy Sindoro.

Dalam surat tuntutannya, Jaksa menyebut bahwa, Lucas dibantu dengan Sekretaris PT Gajendra Adhi Sakti, Dina Soraya. Pasalnya, Lucas meminta Dina untuk membantu melarikan Eddy Sindoro ke luar negeri.

(Baca Juga : Terdakwa Lucas Dituntut 12 Tahun Penjara)

Hal ini dilakukan agar Eddy Sindoro yang dijerat KPK sebagai tersangka berkaitan dengan pengurusan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dia ditetapkan sebagai tersangka sejak 2016 dan kabur ke luar negeri selama 2 tahun sebelum menyerahkan diri.

Atas perbuatannya, Lucas disangka melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Baca Juga : Lucas Sebut Tuntutan 12 Tahun Penjara Jaksa KPK Beraroma Dendam)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini