nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Robertus Robet, Generasi Muda FKPPI Minta Semua Pihak Menahan Diri

Syaiful Islam, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 12:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 08 519 2027290 kasus-robertus-robet-generasi-muda-fkppi-minta-semua-pihak-menahan-diri-i9TP1MMw3y.JPG Robertus Robet (foto: Ist)

SURABAYA - Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI Polri (GM FKPPI) Jawa Timur meminta semua pihak bisa menahan diri dan menyerahkan kasus Robertus Robert kepada kepolisian, yang akan bersikap adil dan independen.

"Karena banyak keinginan untuk mendatangi rumah Robet langsung karena tersinggung, tapi kami menahan diri, meminta anggota tenang dan percaya pada polisi untuk mengusut tuntas kasus ini,” terang Ketua PD XIII GM FKPPI Jawa Timur, Agoes Soerjanto, Jumat (8/3/2019).

(Baca Juga: Pelesetkan Mars ABRI, Dosen UNJ Robertus Robet Diciduk Polisi)

Lagu yang dinyanyikan Robet itu, sambung Agoes, jelas sangat menyinggung, bahwa lagu yang dinyanyikan Robet merupakan lagu populer di kalangan demonstran 98. Tapi lagu tersebut sudah tidak kontekstual.

Pasalnya, saat ini ABRI telah berubah menjadi TNI dan Polri yang telah mereformasi diri menjadi lebih profesional. Maka, lagu yang dinyanyikan Robertus Robet bukan hanya tidak kontekstual tetapi juga sangat menghina.

"Kami meminta semua pihak untuk menjaga diri, karena saat ini sudah dekat pesta demokrasi, yakni Pemilu 2019, ada Pilpres dan Pileg yang akan berlangsung 17 April 2019. Jangan sampai atas nama demokrasi, semua pihak atau siapapun boleh sesuka hati menyampaikan kritik atau protes apapun pada negara dan semua pihak,” tuturnya.

Indonesia dibangun atas dasar etika dan moral yang agung. Antar sesama, kelompok, agama dan apalagi negara atau pemerintah, harus saling menghormati. Harus saling menjaga marwah dan martabat negara-bangsa.

“Jangan malah menjelek-jelekkan negara dan pemerintahannya sendiri. Dari kasus Rebertus Robet ini, menjadi pelajaran berharga bagi kita semua," ucapnya.

Seperti diberitakan, pada pukul 00.30 WIB polisi telah melakukan penangkapan terhadap Robertus Robert yang diduga sebagai pelaku tindak pidana penghinaan terhadap penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia.

Robet diduga telah melakukan penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat berdasarkan SARA, berita hoaks, atau penghinaan terhadap penguasa atau badan umum.

Tindak pidana tersebut diduga dilakukan Robet saat berorasi di Aksi Kamisan pada 28 Februari 2019 mengenai dwifungsi ABRI. Dalam orasinya itu, Robet menyanyikan lagu yang sering dinyanyikan mahasiswa pergerakan 1998 untuk menyindir institusi ABRI.

(Baca Juga: TNI Jadikan Kasus Robertus Robet sebagai Masukan untuk Membangun Public Trust)

Sementara itu, melalui sebuah video, Robet telah memberikan klarifikasi atas orasinya itu. Pertama, Robet menegaskan bahwa lagu itu bukan dibuat oleh dirinya, melainkan lagu yang populer di kalangan gerakan mahasiswa pada 1998.

Lagu tersebut dimaksudkan sebagai kritik yang ia lontarkan terhadap ABRI di masa lampau, bukan TNI di masa kini. Ia juga mengatakan, lagu itu tidak dimaksudkan untuk menghina profesi dan institusi TNI.

(fid)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini