TKN: Lawan Politik Jokowi Panik Tingkat Dewa hingga Pakai Jurus Mabuk

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 08 Maret 2019 05:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 08 605 2027204 tkn-lawan-politik-jokowi-panik-tingkat-dewa-hingga-pakai-jurus-mabuk-e8hGodTPjQ.jpg Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ahmad Rofiq (Foto: Okezone)

JAKARTA - ‎Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ahmad Rofiq turut angkat bicara soal maraknya kampanye hitam (black campaign) yang kerap menyerang Jokowi dalam beberapa waktu belakangan ini.

Menurut Rofiq, para lawan politik Jokowi panik ketika elektabilitas sang petahana kian melonjak mendekati Pilpres 2019. Sehingga, sambungnya, para ‎lawan politik menggunakan jurus mabuk yakni, melakukan kampanye hitam (black campaign) untuk menjatuhkan Jokowi.

"Ini karena kepanikan tingkat dewa sehingga yang dilakukan adalah black campaign. Semakin mendekati pemilu, kekuatan swing voters telah mengkristal ke Jokowi. Inilah yang membuat lawan-lawan politik (Jokowi) menggunakan jurus mabuk. Soal efektif apa tidak, yang penting mereka menyerang dengan segala cara," kata Rofiq kepada Okezone di Jakarta, Jumat (8/3/2019).

Politikus Partai Perindo tersebut menyayangkan maraknya kampanye hitam yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk merebut kekuasaan. Padahal, kata Rofiq, Undang-Undang melarang keras penggunaan kampanye hitam dalam pemilu.

Ilustrasi Kampanye Hitam

"Cukup disayangkan kalau kampanye hitam dilakukan hanya karena kekuasaan. Undang-undang sangat melarang keras, dan tentu harus ada tindakan karena ini sangat merugikan. Isi black campaign ini bagi masyarakat tidak perlu ditanggapi. Ini murni fitnah dan terlalu mengada ngada," tuturnya.

‎Sekadar informasi, capres nomor urut 01, Jokowi diserang kampanye hitam berupa berita bohong atau hoaks terkait isu akan dilegalkannya LGBT dan tidak diperbolehkannya azan jika Jokowi terpilih. Polisi bertindak dan mengamankan tiga perempuan penyebar hoaks tersebut.

Kemudian, belum lama, kembali muncul video seorang perempuan menuding Jokowi akan menghapus pelajaran agama jika kelak kembali terpilih sebagai Presiden.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini