25 Ponpes dan Ratusan Mantan Anggota GAM Siap Menangkan Jokowi di Aceh

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 14:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 08 605 2027402 25-ponpes-dan-ratusan-mantan-anggota-gam-siap-menangkan-jokowi-di-aceh-UT2RTxaaOh.jpeg Ponpes di Pidie dukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. (Foto : Harits Tryan Akhmad/Okezone)

PIDIE – Dukungan kepada calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin terus berdatangan di Aceh.

Kali ini, sebanyak 25 pondok pesantren dan ratusan mantan aktivis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Kabupaten Pidie, Aceh, siap memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

"Kami 25 dayah (pesantren) siap memenangkan Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Kami juga ratusan jangan-jangan GAM juga siap memenangkan 70 persen di Pidie," ucap pengurus Dayah Ikramul Fatah, Tengku Haji Muhibudin Husein Syeikh, di hadapan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto bersama rombongan, Jumat (8/3/2019).

Muhibudin menekankan, sejak Pilpres 2014, pihaknya sudah bekerja untuk memenangkan Jokowi. Bahkan, ia optimis rakyat Pidie dapat memenangkan kembali Jokowi pada Pilpres 2019.

"Untuk Pilpres kali ini, insyaallah kami bersama dengan PDIP dan TKD Aceh, siap memenangkan 70 persen di Aceh untuk Jokowi-Ma'ruf," tutur Muhibudin.

Utusan KH Ma'ruf Amin, Lukmanul Hakim, untuk sosialisasikan Jokowi-Ma'ruf di Pidie, Aceh. (Harits Tryan Akhmad/Okezone)

Merespons hal itu, utusan dari KH Ma’ruf Amin, Lukmanul Hakim, menyambut positif adanya dukungan itu. Dia berpesan agar pendukung Jokowi-Ma'ruf di Aceh untuk melawan hoaks dan fitnah.

"Fitnah-fitnah yang menyebar, yang ditujukan pada paslon 01 Jokowi-KH Ma'ruf Amin telah kami sampaikan dan telah kami luruskan tadi. Masyarakat Aceh juga menyadari bahwa fitnah dapat merusak dan memorak-porandakan secara sejarah. Aceh juga sempat porak-poranda gara-gara fitnah," katanya.

(Baca Juga : Ajak Warga Dukung Jokowi, Kelompok Emak-Emak Ini Sosialisasikan Formulir A-5)

Di sisi lain, Ketua Majelis Ulama Indonesia ini juga mengatakan, isu SARA kerap kali digunakan untuk menyerang petahana. Terbaru puisi pendukung Prabowo-Sandi yang dibacakan Neno Warisman, dianggapnya memolitisasi doa Nabi Muhammad untuk kepentingan Pilpres.

"Doa itu memang pernah dibacakan rasullullah, tapi konteksnya doa itu dibacakan ketika menghadapi orang kafir quraish. Ini perang pilpres, bukan perang bunuh-bunuhan, di hadapan para kiai dan pesantren, dan alhamdulillah mereka memahami," ujar Lukmanul.

(Baca Juga : Hasto Ngaku Tak Masalah Diolok Dungu oleh Rocky Gerung tapi Tak Terima KH Agus Salim Dihina)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini