Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kartu Prakerja Dilaporkan ke Bawaslu, TKN Sebut Elite Oposisi Panik

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Minggu, 10 Maret 2019 |08:34 WIB
Kartu Prakerja Dilaporkan ke Bawaslu, TKN Sebut Elite Oposisi Panik
Irma Suryani.
A
A
A

JAKARTA - Kubu oposisi terus mengkritik program Kartu Prakerja yang ditawarkan pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Program itu dianggap sebagai money politics sehingga mengadukannya ke Bawaslu.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Irma Suryani Chaniago menanggapi santai. Menurut Irma, pelaporan itu merupakan bentuk kepanikan atas program bagus yang dimiliki oleh calon petahana.

“Kami melihat bahwa laporan atas Jokowi yang mengeluarkan kartu sakti, menunjukkan bahwa pihak oposisi panik dengan program tersebut. Laporan tersebut sarat kepentingan politik, serta dilakukan untuk menguntungkan segelintir golongan,” kata Irma di Jakarta,Sabtu 9 Maret 2019.

Irma menjelaskan, kartu tersebut tidak direalisasikan dalam rentang waktu kampanye saat ini, sehingga tudingan politik uang tidak berdasar.

(Baca Juga: Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu Pasca-Debat Pilpres, TKN: Cari Sensasi Saja!)

“Kalau dilihat mereka seperti sudah kehilangan akal untuk menyerang program kerakyatan yang digagas oleh Jokowi-Ma’ruf, sehingga semuanya dikritik. Padahal rakyat senang dengan ide atau gagasan dari program yang ditawarkan pemerintah saat ini,” ujarnya.

Jokowi

Satu hal yang terus digaungkan saat ini dari pasangan nomor urut 02 adalah kehadiran Kartu Prakerja akan menimbulkan generasi milenial yang malas mencari kerja. Padahal menurut Irma, itu bukanlah esensi dari Kartu Prakerja. Kartu Prakerja didesain untuk meningkatkan kemampuaan para milenial.

“Ada lagi yang mengaitkan Kartu Prakerja dengan tenaga honorer. Dapat disampaikan bahwa untuk tenaga honorer pemerintah sudah memiliki skemanya tersendiri dan tidak sama dengan Kartu Prakerja. Jadi jangan dipertentangkan tentang honorer dan pencari kerja,” ujarnya.

Irma yang merupakan politisi dari Partai Nasdem percaya bahwa masyarakat telah cerdas untuk melihat mana yang benar. Dirinya yakin bahwa masyarakat percaya dengan program yang ditawarkan oleh Jokowi sehingga tidak mau dibohongi oleh kubu oposisi yang terus melontarkan kritik tanpa dasar.

(Qur'anul Hidayat)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement