nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mayat di Balik Dinding Ungkap Peran Mafia yang Disewa Perempuan karena Cinta Ditolak

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 20:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 11 18 2028624 mayat-di-balik-dinding-ungkap-peran-mafia-yang-disewa-perempuan-karena-cinta-ditolak-hsIvX4Lfah.jpg Polisi memandang tembok tempat mayat ditemukan. Foto/La Republica

SISILIA - Seorang perempuan 64 tahun diduga menyewa empat orang mafia Sisilia, Italia untuk membunuh mantan kekasihnya yang telah mencuri perhiasannya.

Para pelaku semuanya warga Sisilia, melaksanakan perintah perempuan itu dengan mengubur korban ke dalam dinding saat dia masih hidup.

Korban bernama Lamaj Astrid, berkebangsaan Albania berusia 41 tahun yang telah menghilang tanpa jejak pada 2013.

Enam tahun kemudian, sebuah investigasi di Sisilia oleh jaksa anti-mafia di provinsi Caltanissetta mengarah pada penemuan jenazahnya dalam sebuah dinding di sebuah vila di Senago.

Mayat lelaki itu ditemukan pada bulan Januari ketika vila sedang direnovasi, tetapi pihak berwenang baru mengungkapkannya pada Jumat pekan lalu.

BacaBerkhotbah di Palermo, Paus Fransiskus Desak Mafia Italia Bertobat

BacaKisah Sandera Cantik Melarikan Diri Usai Membuat si Penculik Jatuh Cinta

Empat tersangka pembunuh, yang ditangkap di Sisilia, memiliki keterkaitan dengan keluarga mafia Riesi. Keluarga yang paling ditakuti di Caltanissetta.

Mereka dituduh membunuh dan menyembunyikan mayat. Setelah mengetahui tentang penemuan tubuh mantan kekasihnya, perempuan itu dilaporkan berusaha melarikan diri melalui bandara Genoa. Namun polisi berhasil menangkapnya.

Menurut penyelidik menyitir South China Morning Post, Senin (11/3/2019), perempuan itu kesal karena citnanya ditolak, dan tidak terima karena korban telah mencuri perhiasannya.

"Perempuan itu memiliki kenalan mafia Riesi," kata seorang komandan polisi kepada surat kabar La Repubblica.

"Seorang bos mafia akhirnya akan memberikan izin untuk pembunuhan. Para pembunuh bayaran Sisilia kemudian pergi ke Italia utara untuk melaksanakan perintah itu. ”

Tubuh lelaki itu diidentifikasi dari serpihan pakaian miliknya yang ditemukan di dekat dinding.

‘‘Tindakan menanam mayat adalah praktik yang sangat umum oleh mafia Sisilia,” kata Salvatore Lupo, seorang profesor sejarah kontemporer di Universitas Palermo dan seorang pakar terkenal dalam sejarah yang disebut Cosa Nostra di Italia.

"Ini adalah praktik yang sangat rasional karena jika mayat itu tidak ditemukan, penyelidikan polisi akan melambat," kata Lupo.

“Namun, mafia kerap menginginkan mayat ditemukan untuk mengirim pesan. Jika korban berbicara kepada polisi tentang bisnis mereka, jasad korban akan diletakkan sebuah batu di mulutnya. Jika korban mencuri uang atau terlalu rakus, para pembunuh menaruh uang kertas di alat kelaminnya."

Hingga saat ini, menurut para penyelidik, ada lusinan atau bahkan ratusan korban mafia yang mayatnya tidak pernah ditemukan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini