nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Sandera Cantik Melarikan Diri Usai Membuat si Penculik Jatuh Cinta

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 17 Juli 2018 08:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 17 18 1923303 kisah-sandera-cantik-melarikan-diri-usai-membuat-si-penculik-jatuh-cinta-Ub4tziHgLA.jpg Kisah penculikan model Inggris Chloe Ayling. (Foto: Reuters)

BAGAIMANA bila seorang penculik jatuh cinta dengan orang yang diculiknya? Kenyataan ini dialami oleh seorang model asal London yang diculik pada tahun lalu.

Kisah itu berawal dari seorang model bernama Chloe Ayling (20). Dia disekap selama enam hari di Italia pada 2017. Namun ketika ia kembali ke negaranya, Inggris, beberapa orang bersikap skeptis terhadap ceritanya.

Kepada program BBC, Chloe Ayling menuturkan bagaimana bisa melarikan diri dan menghadapi orang-orang yang meragukan kisahnya. Setelah dua hari dirantai ke sebuah laci, Chloe Ayling menyanggupi untuk tidur bersama sang penculiknya.

"Semakin sering kami mengobrol, semakin dalam ikatan yang ada dan begitu saya menyadari ia mulai menyukai saya. Saya tahu saya harus memanfaatkannya," katanya.

Chloe Ayling. (Foto: BBC)

Ayling yang berasal dari London Selatan, mengatakan dibujuk untuk pergi ke Milan, Italia, dengan janji pemotretan oleh Lukasz Herba (30) pada bulan Juli 2017.

Kenyataannya, ia malah disuntik dengan obat ketamin, ditelanjangi, diborgol, lalu dimasukkan ke tas yang disimpan dalam bagasi mobil. Dia kemudian diangkut sejauh 193 kilometer menuju sebuah lahan pertanian terpencil.

Ayling mengatakan kejadian itu "mengerikan" karena ketika tiba di rumah petani tersebut, Herba mengatakan ia akan dijual sebagai budak seks kecuali bila Ayling bisa mengantongi uang sebanyak 300 ribu euro (atau Rp5 miliar).

"Saya pikir apa yang ia katakan itu benar adanya dan saya tidak meragukannya sedetik pun karena ia sangat cermat dalam menanggapi pertanyaan saya," ucapnya.

Ayling juga bertanya, apakah ia bisa menciumnya dan menjalin suatu hubungan. "Saya kira ini adalah kesempatan saya untuk melarikan diri," ungkapnya.

Lukasz Herba. (Foto: EPA)

"Begitu saya melihat reaksinya terhadap apa yang saya katakan, bahwa segala sesuatu bisa terjadi di masa yang akan datang, ia terlihat bersemangat dan benar-benar mengharapkan dan selalu membicarakannya. Respons itulah yang membuat saya sadar bahwa saya perlu terus melakukan itu."

Ketika menyadari tebusan itu tidak akan dibayarkan, ia membebaskan Ayling dan mengantarnya ke konsulat Inggris di Milan. Sambil menunggu pintu konsulat dibuka, para saksi melaporkan melihat mereka tertawa dan bercanda di sebuah kafe.

Mungkin ini tampak aneh, Ayling mengatakan, "tetapi mengapa Anda menjadi 'aneh' dengan orang yang mulai memiliki perasaan terhadap Anda dan mengandalkan itu agar Anda lolos?"

"Saya harus melakukan semua yang saya bisa untuk membuatnya jatuh cinta pada saya."

Herba, seorang warga negara Polandia, dipenjara pada bulan Juni selama 16 tahun dan sembilan bulan setelah persidangan di pengadilan di Milan.

Dalam pembelaannya, Herba mengatakan ia sebelumnya telah bertemu dengan Ayling dan telah jatuh cinta kepadanya. Dia mengklaim ingin menciptakan sebuah skandal untuk membantu kariernya dengan publisitas luas.

"Saya masih belum sepenuhnya memahami motivasinya," katanya, "Itu tidak bisa hanya menjadi uang karena kenapa (memilih) saya dan ia meminta pertemanan dengan saya di Facebook dua tahun yang lalu, sepertinya ia telah menguntit saya sejak lama, jadi mungkin ia terobsesi juga."

Ketika Ayling kembali ke Inggris setelah dibebaskan, ia berbicara kepada sejumlah wartawan televisi di luar rumahnya. Beberapa orang mengkritiknya, karena ia tampak bahagia, senada dengan pakaian yang dikenakan.

Dia mengatakan senang bisa kembali lagi ke negaranya. Selama ini dirinya khawatir tidak akan pernah bisa kembali lagi, dan baru saja turun dari pesawat mengenakan celana pendek serta baju atasan.

"Saya hanya menjadi diri saya sendiri. Saya menghadapi para wartawan karena saya pikir itu akan membuat mereka pergi, tetapi ternyata tidak berhasil," jelasnya.

"Orang-orang berharap saya menangis sepanjang waktu dan menutup diri dari dunia, tidak berani menghadap kamera. Saya bisa memilih untuk melakukan itu, tapi saya berpikir tentang bagaimana membantu saya kembali pulih.

"Dengan membicarakannya, dengan berada di sekitar orang-orang adalah cara saya untuk melupakannya dan melanjutkan hidup."

Saat membela diri dari kritik bahwa ia tampak tidak emosional, ia mengatakan dirinya mencoba tak memperlihatkannya.

"Ini adalah perasaan yang tak terlukiskan, Anda tidak tahu apakah Anda bisa kembali meraih kebebasan Anda dan saya tidak suka memikirkan tentang itu. Jadi saya cenderung untuk tetap pada fakta-fakta, sehingga saya tidak harus berpikir tentang bagaimana perasaan saya pada waktu itu," katanya.

Ayling, yang telah menulis sebuah buku tentang cobaan berat yang dialaminya, mengatakan konyol bila semua orang terus meragukannya penculikan yang dilakukan Herba terhadapnya.

Ia menyalahkan media yang mencuci otak orang dan mengatakan ia paling banyak dilecehkan oleh kalangan perempuan.

"Begitu mereka menyadari seseorang itu kontroversial, mereka hanya berupaya dan menggali lebih dalam dan lebih dalam dan mencoba dan membuat orang lebih membenci orang itu demi gambaran yang diperoleh."

"Ini menyakitkan karena saya tidak berharap mengalami sesuatu yang sangat buruk dan tidak dipercaya oleh negaramu sendiri."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini