nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Pinggir Bandara Soetta Geruduk PN Tangerang Sambil Bawa Bendera Kuning

Anggun Tifani, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 12:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 11 338 2028369 warga-pinggir-bandara-soetta-geruduk-pn-tangerang-sambil-bawa-bendera-kuning-hqVw4DzudF.jpg Sambil Kibarkan Bendera Kuning, Warga Desa Rawarengas, Kosambi, Tangerang Menggelar Aksi ke PN Tangerang karena Belum Menerima Uang Pembebasan Lahan Bandara Soekarno-Hatta (foto: Anggun Tifani/Okezone)

TANGERANG - Sambil mengibarkan bendera kuning, puluhan warga Desa Rawarengas, Kosambi, Kabupaten Tangerang, kembali menggelar aksi unjuk rasa. Kali ini unjuk rasa tersebut dilakukan di depan wilayah Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (11/3/2019).

Sebelumnya aksi unjuk rasa juga telah mereka lakukan dengan cara memblokade Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno Hatta, Jumat (1/3/2019).

(Baca Juga: Kibarkan Bendera Kuning, Warga Blokade Jalan Perimeter Utara Bandara Soetta) 

Dalam aksi ini, mereka kembali menuntit Bandara Soekarno Hatta, yang dinaungi oleh PT. Angkasa Pura II, untuk memberikan pembayaran pembebasan lahan yang sudah beberapa tahun ini belum ditunaikan oleh pihak bandara.

Sambil Kibarkan Bendera Kuning Warga Desa Rawarengas, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Menggelar Aksi Unjuk Rasa di PN Tangerang (foto: Anggun Tifani/Okezone)	 

Salah seorang warga, Kurnia (21) mengaku kesal lantaran pembangunan Jalan Perimeter Utara yang baru saja dibangun, mengakibatkan sejumlah persoalan untuk warga.

"Kadang suka banjir sampai tingginya se-mata kaki. Banjirnya karena sudah ga ada saluran air. Gara-gara ini, jadi banyak nyamuk, khawatirnya ke anak-anak kalau mereka pada demam kita takut aja ke DBD," ujar Kurnia, Senin (11/3/2019).

Kurnia mengatakan, rumahnya telah dilakukan pengukuran sejak setahun yang lalu. Namun tindak lanjut atas pembayaran lahan miliknya, belum juga didapatkannya.

(Baca Juga: Akhir Tahun, Pemkab Tangerang Berlakukan Jam Operasional Angkutan di Jalan Raya Serang) 

"Sudah setahun yang lalu diukur, tapi belum juga dibayar. Jadi yang kena itu ada tiga kampung, Rawajati, Pajang sama Rawa Rengas. Saya udah 40 tahun lebih tinggal di Rawa Rengas, setelah dibayar saya belum ada rencana pindah kemana," ucapnya.

Sementara, orator aksi Syamsudin mengaku akan terus menuntut keadilan atas hak mereka. "Kita sudah lelah dengan hukum pengen cepat dibereskan hak kami. Kita hanya minta keadilan kami di rumah kebanjiran, jalanan ngebul. Kita udah ke M1, ke balai desa, pengadilan dan lanjut ke BPN nanti," kata dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini