Pelaku Peragakan 45 Adegan, Rekonstruksi Pembunuhan Pensiunan TNI Ricuh

Muhammad Bunga Ashab, Koran SI · Senin 11 Maret 2019 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 11 340 2028424 pelaku-peragakan-45-adegan-rekonstruksi-pembunuhan-pensiunan-tni-ricuh-AyOfPYn06Z.jpg Rekonstruksi pembunuhan pensiunan TNI AL di Madina (Foto: Muhammad Bunga Ashab)

TANJUNGPINANG - Abdul, tersangka pembunuh Arnol Tambunan (59), pensiunan TNI Angkatan Laut (AL) menjalani rekonstruksi di kawasan gudang tenda milik tersangka Rasyid (almarhum) di Jalan Menur, Gang Juang 5, Nomor 15, RT06/RW09, Kelurahan Seijang, Bukit Bestari, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Ada 42 adegan dan tiga adegan lainnya diperagakan Abdul di luar tempat kejadian perkara.

Sebelum rekonstruksi dimulai, Marta dan adiknya anak kandung korban tiba-tiba hadir di lokasi. Marta yang belum terima dengan kematian ayahnya langsung mengamuk. Bahkan, Marta juga meneriaki istri Rasyid yang berada di lokasi. Istri Rasyid mencoba membela diri, dan awalnya dia meminta agar semua petugas meninggalkan lokasi.

"Suamimu pembunuh. Istri Rasyid mana, suamimu pembunuh. Dasar pembunuh. Kami tuntut kalian semua," ujar Marta di lokasi, Senin (11/3/2019).

Melihat keributan itu, polisi langsung berupaya menenangkan situasi lokasi. Marta dan adiknya disuruh pulang meninggalkan lokasi, sedangkan istri Rasyid disuruh masuk ke dalam rumah. Setelah situasi aman, polisi kemudian melanjutkan proses rekonstruksi.

(Baca Juga: Keluarga Pensiunan TNI Minta Pelaku Pembunuhan Dihukum Mati

Rekonstruksi

Rekonstruksi dimulai dari pertemuan Rasyid dan Abdul. Tersangka Rasyid dan Abdul mengadakan pertemuan membahas terkait utang piutang tersebut. Setelah itu, Abdul kembali naik ke lantai tempat kontrakannya. Tak lama kemudian, Arnold datang ke lokasi. Rasyid dan Arnold awalnya duduk berdua di belakang gudang tenda. Di saat itu terjadi percekcokan serius.

"Sambil duduk Rasyid ambil besi langsung pukul kepala korban. Pas dipukul korban langsung tergeletak, Rasyid kembali memukul korban," kata Abdul menjelaskan adegannya kepada polisi.

Setelah dipukul Rasyid, Arnold awalnya menangkis dengan tangan, sambil berlari ke semak-semak belakang gudang tenda. Saat korban berlari, Abdul turun ke bawah sambil mengambil besi lalu mengejar korban.

Di tengah semak-semak itu Arnold tidak bisa berbuat apa-apa karena menahan sakit dan terkepung oleh kedua tersangka. "Sama-sama pukul, korban langsung telentang. Dipukuli berkali-kali," ujar Abdul.

Setelah Rasyid memastikan korban tak bernyawa lagi, Rasyid menyuruh Abdul membuka septic tank. Rasyid lalu pergi ke bawah mengambil tali dan perlengkapan lainnya untuk meletakkan korban ke septic tank.

"Ini sudah mati Dul. Kau buka septic tank Dul, habis itu saya langsung pergi buka," ujar Abdul.

Septic tank terbuka, Abdul dan Rasyid menjemput korban untuk memasukkannya ke dalam septic tank. Korban dimasukkan ke dalam septic tank, dan kemudian Abdul kembali meletakkan alat perkakas martil dan linggis ke tempat semula.

(Baca Juga: Isak Tangis Keluarga Pecah saat Terima Jenazah Pensiunan TNI AL yang Dibunuh karena Tagih Utang

Sedangkan Rasyid langsung menuju sepeda motor korban Yamaha N-MAX warna putih yang terparkir di depan gudang tenda.

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Alie mengatakan, rekonstruksi ini untuk memperkuat alat bukti yang sudah ada, di samping itu menambah keyakinan penyidik dalam menyelesaikan berkas perkara pembunuhan tersebut. Rekonstruksi ini akan menambah keyakinan jaksa penuntut umum bahwa berkasnya sudah lengkap.

 Rekonstruksi pembunuhan pensiunan TNI AL

Dalam kasus ini, Alie menyampaikan hanya dua orang tersangka. "Setelah rekonstruksi langsung pemberkasan ke pada jaksa penuntut umum. Saksi-saksi diperiksa sebanyak 15 orang. Pembunuhan ini lebih dominan dilakukan tersangka Rasyid," ujar Alie.

Alie menjelaskan, terkait keributan antara keluarga korban dan keluarga tersangka di luar skenario rekonstruksi. Dia menegaskan, telah mengantisipasi supaya tidak ada keributan saat proses rekonstruksi berlangsung.

"Keributan tadi di luar skenario, tadi tak terduga, tapi sudah bisa kita selesaikan," ujar Alie.

Tersangka Abdul dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 340 Jo Pasal 338 Jo Pasal 55 KUHP tentang menghilangkan nyawa seseorang dengan ancaman hukuman mati atau maksimal 20 tahun penjara minimal 15 tahun penjara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini