TKN Minta Polisi Usut Pelaku Fitnah Kemasan Kondom Bergambar Paslon Nomor 01

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 10:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 11 605 2028301 tkn-minta-polisi-usut-pelaku-fitnah-kemasan-kondom-bergambar-paslon-nomor-01-RWfjgtR3Ox.jpg Jokowi-Maruf (Okezone)

JAKARTA - Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin, Hermawi Taslim, mengecam keras penyebaran fitnah berupa kondom bergambar pasangan calon 01. Polisi diminta segera mengusut penyebaran foto tersebut karena sudah kelewat batas.

Wasekjen Bidang OKK Partai Nasdem itu berujar, penyebaran gambar hoaks tersebut ditengarai secara sengaja untuk merusak citra Jokowi-Amin. Oleh karenanya, itu harus diusut tuntas.

 Baca juga: Heboh Kondom Gambar Jokowi-Ma'ruf, Pakar: Kampanye Hitam Tak Akan Efektif

"Cara-cara biadab dan tidak beretika seperti itu tidak boleh ada toleransi sedikitpun. Harus dibasmi. Tidak boleh berkembang menjadi budaya politik di Indonesia," ujar Taslim dalam keterangan pers tertulisnya, Senin (11/3/2019).

 https://img.okeinfo.net/content/2019/03/10/605/2028123/heboh-kondom-gambar-jokowi-ma-ruf-pakar-kampanye-hitam-tak-akan-efektif-P2KUsatZCL.jpg

Dia mengatakan, Partai Nasdem mengecam keras penyebaran hoaks seperti itu karena sudah tergolong kampanye hitam dengan niat menjatuhkan lawan. Bahkan, itu dapat memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa.

"Nasdem berharap polisi harus sangat serius mengusut ini. Siapa pun pelakunya harus dihukum. Kalau pun rakyat biasa,tetap harus diproses. Jangan sampai dimaafkan dengan alasan mereka hanya diperalat," katanya lagi.

 Baca juga: Beredar Kondom Bergambar Jokowi-Ma'ruf, BPN Prabowo Sarankan TKN Lapor Polisi

Semestinya, tambah Taslim, pemilihan umum, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden merupakan wahana demokrasi yang bermoral, beretika dan sehat serta jauh dari praktik-praktik kebiadaban.

Masa kampanye, khususnya kampanye pilpres, harus menjadi momentum pemaparan program, visi dan misi para kandidat agar publik mempunyai gambaran mengenai para calon pemimpin. Bukannya merusak sendi-sendi demokrasi dengan cara menyebarkan fitnah yang keji tidak bermoral seperti ini.

"Kita sungguh-sungguh mengecam bahkan mengutuk praktik seperti ini. Sudah melewati batas. Tidak beretika sama sekali. Karena itu penegakan hukum harus berjalan," tegasnya.

 Baca juga: Jelang Debat Ketiga, TKN Yakin Ma'ruf Amin Lebih Unggul

Taslim mengingatkan agar aturan hukum dan etika ada di atas segalanya. Pertarungan, kontestasi tetap harus dalam bingkai aturan-aturan dan kaidah demokrasi. Jangan memberikan ruang kepada pihak ke tiga atau ke empat menciptakan air keruh untuk mengadu domba masyarakat.

"Kita harus menjaga agar kontestasi ini berjalan di dalam koridor demokrasi dan aturan hukum. Sekali kita bermain fitnah, menyebarkan hoaks dan sejenisnya, pihak ke tiga atau ke empat akan dengan mudah menumpangnya. Kita yang saling tuding, saling tuduh," tutup dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini