TKN Tegaskan Pembatalan Konser Dewa 19 All Stars Tak Ada Kaitannya dengan Jokowi

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 13:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 11 605 2028391 tkn-tegaskan-pembatalan-konser-dewa-19-all-stars-tak-ada-kaitannya-dengan-jokowi-1CfIroIYrc.jpg Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding (foto: Okezone)

JAKARTA - Pembatalan konser Dewa 19 All Stars di Grand City, Surabaya, kemarin malam menuai polemik. Polisi tidak memberi izin konser bertajuk "Hadapi dengan Senyuman" itu karena belum adanya izin keramaian.

Kubu oposisi mencurigai pembatalan konser band besutan Ahmad Dhani itu karena ketakutan rezim Joko Widodo (Jokowi).

Konser Dewa 19 All Stars batal digelar di Surabaya. (Syaiful Islam)

(Baca Juga: Mulan Jameela Kunjungi Ahmad Dhani di Rutan Medaeng Bahas Konser Dewa 19 yang Tertunda) 

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK), Abdul Kadir Karding mengingatkan kubu oposisi tidak mudah membangun framing seolah-olah pelarangan konser didalangi Jokowi.

"Jangan mudah membangun framing. Tentu ada alasan yang diberikan kepolisian," kata Karding saat dihubungi Okezone, Senin (11/3/2019).

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan, pemberian izin atas kegiatan keramaian merupakan domain pihak Kepolisian. Karena itu, Jokowi maupun tim suksesnya tidak tahu menahu pembatalan konser tersebut.

"Kami tidak mengerti itu acara apa dan kami tidak ikut-ikut apa yang menjadi urusan kepolisian. Sebaiknya ditanya saja ke kepolisian daerah setempat," imbuh Karding.

"Jangan semua kegiatan ada yang kurang bagus, semua (salah) Pak Jokowi. Misalnya ada yang cerai, juga Pak Jokowi. Semoga ini tidak menjadi cara berpolitik yang apa-apa diarahkan kepada Pak Jokowi. Itu tidak baik," sambung Karding.

(Baca Juga: Penjelasan Ketua Panitia soal Batalnya Konser Dewa 19 All Stars) 

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, mengkritik pembatalan konser "Hadapi dengan Senyuman" di Surabaya, Jawa Timur, kemarin malam. Menurut Fadli pembatalan konser tersebut bentuk ketakutan rezim Jokowi.

"Kini dg konser musikpun takut. Negara demokrasi macam apa? Rezim otoriter pasti tumbang," ujar Fadli lewat akun Twitternya @fadlizon.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini