JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menilai kampanye kubu Prabowo-Sandi untuk mendelegitimasi pemilu telah membuahkan hasil. Berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), sebanyak 13 persen responden percaya Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak netral dalam Pemilu 2019.
"Itu artinya kampanye kubu sebelah yang melakukan upaya delegitimasi pemilu telah menampakan hasilnya," kata Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Senin (11/3/2019).

(Baca Juga: Survei SMRC Sebut 13% Pemilih Tak Percaya KPU dan Bawaslu, Ini Kata Ketua DPR)
Ace mengatakan, berdasarkan hasil survei SMRC, sebagian besar dari pihak yang tidak percaya terhadap netralitas penyelenggara pemilu itu adalah pendukung Prabowo-Sandi.
"Isu 7 kontainer kertas suara sudah tercoblos, kotak suara berbahan kardus dan terakhir demonstrasi yang dipimpin Amien Rais soal IT KPU membuat persepsi itu sudah mulai dipercayai masyarakat," jelas politikus Golkar ini.
Ace menjelaskan, fenomena seperti ini mengingatkan dirinya atas model propaganda kampanye Donald Trump di Amerika Serikat yang juga melakukan delegitimasi terhadap penyelenggara pemilu.
"Mereka membentuk opini bahwa terjadi berbagai kecurangan dalam persiapan hingga pencoblosan pemilu untuk mendelegitimasi Hillary dan Partai Demokrat sebagai partai petahana," ujarnya.
Mendelegitimasi pemilu dan penyelenggara pemilu, kata Ace, tidak boleh terjadi. Penyelenggara Pemilu juga dipilih melalui mekanisme politik di DPR di mana semua parpol juga terlibat memilih, termasuk parpol pendukung 02.
"Ketidakpercayaan terhadap penyelenggara pemilu sama saja dengan tidak mempercayai mekanisme demokrasi. Apapun nanti hasilnya harus kita hormati dan dijunjung tinggi," urainya.
(Baca Juga: Dicurigai Tak Netral, KPU Akan Perketat Keamanan Pemilu)
Ace menambahkan, tahapan Pemilu masih terus berjalan. Semua mata mengawasi kinerja penyelenggara pemilu. Semua pihak kata dia harus menjaga kualitas demokrasi dengan bersama-sama mempercayakan penyelenggaraan pemilu kepada KPU dan Bawaslu.
"Jangan dulu melemparkan tudingan ketidaknetralan penyelengara pemilu padahal perlombaan intinya belum dilaksanakan. Ini artinya sama saja dengan mencari alibi jikalau nanti kalah. Kita sama-sama memiliki kesempatan untuk menjaga demokrasi kita dengan menjaga pemilu lebih fair, jujur dan adil," tutur Ace.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.