JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan Aziz mengatakan akan melakukan pengecekan bersama-sama dengan tim dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, terkait adanya dugaan 17,5 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak wajar.
"Dimungkinkan kami akan cek ke lapangan secara bersama-sama dengan (cara) menarik sample. Katakanlah, dari 17,5 juta, itu tarik sample berapa, benar enggak ada orangnya, gitu," kata Viryan usai ditemui BPN Prabowo-Sandiaga di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019).
Nantinya, kata Viryan, KPU akan mengecek secara administratif dengan cara menyandingkan data kependudukan dari Kemendagri dengan DPT yang ada. Jika memang ada kecocokan data tersebut, maka KPU akan menindaklanjutinya.
"Ada yang sifatnya pengecekan secara administratif dengan menyandingkan data kependudukan engan DPT. Selama ketemu angka dan bulan yang sama, maka clear," terangnya.
