Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandiaga telah melaporkan adanya dugaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tidak wajar alias ganda ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurut kubu Prabowo, ada sekira 17,5 juta DPT yang diduga tidak wajar.
"Menurut kami BPN tim IT kami masih ada masalah sejumlah nama kurang lebih 17,5 juta nama ya itu minimla, itu namanya dianggap ganda bisa juga dinilai invalid dan lain-lain," kata Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Hashim Djodjohadikusumo.
Sementara itu, Juru Debat BPN Prabowo - Sandiaga, Riza Patria menjelaskan bahwa, 17,5 juta DPT ganda tersebut terlihat dari beberapa orang yang tanggal kelahirannya sama. KPU sendiri, kata Riza, ternyata sudah memiliki data tersebut dari Ditjen Dukcapil Kemendagri.
"Nah nanti kami cari waktu untuk temui Kemendagri Dukcapil untuk meminta klarifikasi terhadap data yang kami anggap tidak wajar," ujar Riza saat mendampingi Djodjo Hadikusumo.

(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.