BANGKOK - Seorang pria Yordania membunuh putranya yang berusia 2 tahun dengan mengikatnya ke kereta bayi kemudian melemparkannya ke laut setelah bertengkar dengan istrinya di Pattaya, Thailand.
Wael Nabil Salman Zureikat, mengutip Bangkok Post, Selasa (12/3/2019) ditahan di bandara saat ia akan naik pesawat ke Yordania.
Penangkapannya menyusul penemuan seorang mayat laki-laki dengan kondisi kaki terikat pada kereta bayi. Mayat itu mengambang di laut lepas.
Turis selama interogasi diduga mengaku telah membunuh putranya. Dia mengatakan kepada polisi bahwa dia marah karena istrinya tidak memperhatikan putra mereka. Setiap kali dia mengeluh, istrinya menjadi marah dan menyebabkan pertengkaran.
Karena marah, ia membawa putranya ke dermaga, kemudian melemparkannya ke laut.
Baca: Istri di Thailand Tembak Suami karena Panggilan Telepon Misterius di Hari Valentine
Baca: Transgender Diajukan Menjadi Calon Perdana Menteri Thailand
Dia kemudian kembali ke kamar hotel mereka. Dia merasa stres dan menyesali apa yang telah dia lakukan.
Sedangkan istrinya pergi mencari putra mereka yang hilang. Ketika dia tidak dapat menemukan anak laki-laki itu, pelaku masih tidak memberi tahu apa yang terjadi kepada istrinya.
Mereka akhirnya memutuskan untuk pulang, tetapi dihentikan di bandara. Laporan media lokal pelaku sedang tidak bersama istrinya saat penangkapan.
Jasad anak itu ditemukan oleh seorang yang sedang mengemudikan speedboat.
Polisi mengatakan pada saat itu tidak ada memar di tubuh bocah itu. Bocah itu diyakini telah meninggal 2-3 hari sebelumnya.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.