nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Transgender Diajukan Menjadi Calon Perdana Menteri Thailand

Rachmat Fahzry, Okezone · Jum'at 15 Februari 2019 14:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 15 18 2018409 transgender-diajukan-menjadi-calon-perdana-menteri-thailand-RWwDnJo8JA.jpg Pauline Ngarmpring berfoto di kantor pusat Partai Mahachon. Foto/AP

BANGKOK - Pinit Ngarmpring alias Pauline Ngarmpring (52) adalah CEO dan promotor olahraga, yang terkenal di dunia sepakbola Thailand, telah menerima tawaran dari partai politik untuk menjadi calon perdana menteri transgender pertama di negara itu.

Pauline adalah salah satu dari tiga kandidat yang diajukan oleh partai politik untuk jabatan perdana menteri yang akan berlangsung bulan depan.

Dia mengatakan pencalonannya bisa membawa harapan bagi masyarakat yang terpinggirkan dan membuka ruang politik bagi generasi masa depan orang-orang lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

Pauline Ngarmpring diajukan oleh partai Bangsa Besar atau Partai Mahachon. Partai Mahachon memperebutkan sekitar 200 kursi di Dewan Perwakilan yang beranggotakan 500 orang.

Foto/AP

Pauline baru bergabung November tahun lalu. Sekarang, sebagai calon perdana menteri, dia mengaku dirinya adalah seorang politikus , simbol unik perjuangan untuk kesetaraan.

“Saya tidak mengatakan saya lebih baik daripada pria atau wanita," kata Pauline mengutip Associated Press via Miami Herald, Jumat (15/2/2019). "Kami ingin mengatakan bahwa kami setara."

Baca: Raja Thailand Gagalkan Impian Kakak Perempuannya Menjadi Perdana Menteri

Baca: Ikan Cupang Siam Resmi Dijadikan Hewan Air Nasional Thailand

Tiga tahun lalu, Pauline adalah Pinit, ayah dua anak, seorang jurnalis yang beralih menjadi pebisnis yang kemudian terkenal karena telah mendirikan asosiasi penggemar sepak bola yang berpengaruh di kalangan olahraga Thailand.

Foto/AP

Sejak merubah transisi gendernya, dia menjadikan misinya untuk mendidik masyarakat. Peran politik barunya memberi dia platform yang sempurna untuk melawan mereka yang masih melihat hak-hak LGBT dan pencalonannya dengan skeptis.

“Sekarang orang-orang berkata, ‘Oh kamu transgender? Anda ingin menjadi perdana menteri kami. Itu akan menjadi lucu, itu akan menjadi cerita yang sangat aneh,’'' ujar Pauline.

"Tapi aku tidak berpikir seperti itu," katanya. “Siapa pun dirimu, kau adalah dirimu. Anda mencintai diri sendiri dan berbagi hal itu dengan orang lain."

Pauline berharap kampanyenya yang berbasis hak asasi manusia akan menarik, khususnya bagi komunitas LGBT dan pekerja seks Thailand yang besar. Salah satu kebijakan dia adalah melegalkan prostitusi.

Pauline sadar ia mungkin bisa tidak terpilih menjadi perdana menteri. “itu tidak akan menjadi akhir dunia setelah pemilihan berikutnya,” kata dia.

“Tidak harus saya. Bisa saja terjadi di generasi berikutnya."

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini