nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

24 Nelayan Aceh Ditahan di Myanmar

Antara, Jurnalis · Rabu 13 Maret 2019 15:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 13 340 2029411 24-nelayan-aceh-ditahan-di-myanmar-CPXSlhbTMr.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

BANDA ACEH - Panglima Laot (Lembaga Adat Laut) Aceh menyatakan sebanyak 24 nelayan provinsi paling barat Indonesia itu hingga kini masih ditahan otoritas negara Myanmar terkait dugaan pencurian ikan di laut negara tersebut.

"Sekarang 24 orang nelayan Aceh masih ditahan di Myanmar terkait dugaan pencurian ikan," kata Wakil Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftachhuddin Cut Adek di Banda Aceh seperti dikutip Antaranews.com, Rabu (13/3/2019).

Ke-24 nelayan yang ditahan di Myanmar itu, katanya, berasal dari Kabupaten Aceh Timur, yakni 23 orang ditangkap pada 6 Februari 2019 dan hingga kini pihaknya belum memperoleh informasi terkait keberadaan mereka.

(Baca Juga: Hore, Nelayan Pesisir Banten Punya Pangkalan Kapal yang Layak

Identitas ke-23 nelayan Aceh itu yakni, Zulfadli, Fakhrurrazi, Andi Syahputra, Junaidi, Muhammad, Warni Ramansyah, Syawaluddin, M Nazar, Darani Syah, M Acep, Abdullah, Agus Miranda, Mulyadi, M Amin, Ardi Saputra, Fhahrul Rozi, Abdurrahman, Zulkarnaini, Idris, Feri Mataniari, Darwinsyah, M Yakob, Mahfud.

 Ilustrasi

Kemudian, lanjut Miftachhuddin, seorang lagi atas nama Jamaluddin masih ditahan di Myanmar dan ditangkap pada 6 November 2018 bersama 15 nelayan lainnya, 14 orang memperoleh pengampunan dari pemerintah Myanmar sudah kembali ke Tanah Air dan satu orang lagi meninggal dunia dan telah dikebumikan di negara tersebut.

Informasi yang diperoleh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon , Myanmar, Jamaluddin sedang menjalani proses hukum terkait dugaan pencurian ikan di negara itu, ucap Miftachhudin.

"Kita berharap Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat melakukan koordinasi yang maksimal serta memberikan informasi perkembangan mereka kepada kami dan pihak keluarga," ujarnya.

(Baca Juga: Perahu Karam, 3 Nelayan Karawang Terombang-ambing di Laut

Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan (DKP) Aceh Cut Yusminar sebelumnya menyatakan, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Luar Negeri Indonesia serta Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar terus berkoordinasi terkait penangkapan nelayan Aceh di Myanmar.

Menurut dia, Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Indonesia akan terus berkoordinasi serta mendampingi nelayan Aceh yang ditangkap di Yangon, Myanmar. "Pemerintah akan mendampingi warga negaranya yang ditangkap di luar negeri, dan kita ingatkan nelayan Aceh lebih berhati-hati saat melaut dan selalu memperhatikan GPS guna mencegah masuk ke negara lain," ujar Kepala DKP Aceh. (ari)

(amr)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini