nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Pakai Helm, Pemotor di Tangsel Ngaku Teroris dan Ancam Bom Polisi yang Menghentikannya

Hambali, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 12:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 14 338 2029843 tak-pakai-helm-pemotor-di-tangsel-ngaku-teroris-dan-ancam-bom-polisi-yang-menghentikannya-wa4yvs3pil.jpg Perempatan German Centre, Serpong, Tangerang Selatan (Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Seorang pengendara sepeda motor membuat gaduh keramaian lalu lintas di dekat pos polisi perempatan German Centre, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Kamis (14/3/2019).

Pasalnya, dia berteriak-teriak mengaku bagian dari kelompok teroris dunia saat kendaraannya disetop polisi lalu lintas.

Informasi yang dihimpun, kejadian itu berlangsung sekira pukul 10. 18 WIB. Mulanya polisi lalu lintas bernama Brigadir Gatot Tri Prasetyo mencoba menghentikan pengendara sepeda motor Yamaha Mio J putih lantaran tak mengenakan helm dan plat nomor.

"Dia enggak pakai helm, helmnya ada tapi nggak digunain. Sepeda motornya juga tak ada plat nomor," ujar Brigadir Gatot kepada Okezone.

Namun bukannya berhenti, pengendara itu justru menantang polisi sambil berteriak-teriak bahwa dia anggota kelompok teroris dunia yang membawa sejumlah bom. Sontak pengendara lain yang berada di lokasi, sempat panik menyaksikannya.

"Saya grup teroris dunia, saya pernah bom Sarinah (Jakarta), saya juga pernah bom Bali, saya bom nanti kamu," ucap Gatot menirukan teriakan pria tersebut kepada dirinya.

 

Setelah itu, pengendara tersebut berupaya kabur memacu sepeda motornya. Brigadir Gatot yang juga tengah mengendarai sepeda motor lantas memberanikan diri mengejar. Hingga begitu tepat di samping pos polisi perempatan German Centre, kendaraan pria tersebut berhasil dicegat dan dihentikan.

"Waktu dia kabur, terus saya kejar dan dapat di dekat sini. Waktu itu saya cuma sendiri, akhirnya saya amankan saya bawa ke pos sambil menghubungi petugas yang lain," ujarnya.

Pria tersebut sempat menunjukkan beberapa tato di belakang punggungnya. Tato itu disebutkan sebagai tanda kelompok teroris tertentu. Mewaspadai apa yang dikatakan pengendara tersebut, Brigadir Gatot lantas berkoordinasi dengan komandannya hingga bantuan tiba.

"Tadi sudah dicek, jadi dia nggak bawa apa-apa. Terus dibawa ke Mapolres Tangsel," tukasnya.

Belum diketahui identitas pengendara yang berteriak teroris tersebut. Saat diamankan, pria tersebut hanya memakai celana pendek dan jaket. Pihak kepolisian sendiri hingga kini, masih melakukan penyelidikan mendalam mengungkap peristiwa itu.

(sal)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini