nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pria yang Teriak Ngaku Teroris saat Ditilang di Serpong Idap Skizofrenia Paranoid

Hambali, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 18:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 14 338 2030063 pria-yang-teriak-ngaku-teroris-saat-ditilang-di-serpong-idap-skizofrenia-paranoid-kAGThlHlCo.JPG Kasatreskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho Hadi (Foto: Hambali/Okezone)

TANGSEL - Polisi telah rampung melakukan pemeriksaan terhadap Ahmad Syahrudin (32), pengendara motor yang mengaku teroris dan mengancam akan mengebom polisi saat ditilang di perempatan German Centre, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Dari penyidikan diketahui, rupanya Ahmad Syahrudin mengidap Skizofrenia Paranoid, yaitu suatu penyakit gangguan otak yang menyebabkan penderitanya mengalami kelainan dalam berpikir, serta kelainan dalam merasakan atau mempersepsikan lingkungan sekitar.

"Rupanya AS ini mengidap Skizofrenia Paranoid sejak April 2018, dirawat di Rumah Sakit Dr Marzoeki Mahdi, daerah Bogor," kata Kasatreskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho Hadi kepada wartawan, Kamis (14/3/2019).

Alex menjelaskan, Ahmad Sahrudin merupakan anak ke-8 dari 10 bersaudara. Dia mengidap penyakit kejiwaan itu sejak bercerai dengan istrinya. Dia pun sempat dirawat di RS Dr Marzoeki Mahdi untuk menjalani proses penyembuhan secara bertahap.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari keluarganya, Syahrudin mulanya memakai sepeda motor milik salah satu kakaknya tanpa izin. Dia lalu pergi menemui kakaknya yang lain, di wilayah Serpong. "Jadi, AS ini hendak memperbaiki handphone-nya yang rusak ke tempat kakaknya di Serpong, lalu dia gunakan sepeda motor di rumah," tuturnya.

KTP Ahmad Syahrudin

Saat mengendarai sepeda motor, Syahrudin tidak mengenakan helm yang tergantung di cantelan depan sepeda motor. Sontak hal itu membuat salah satu anggota polisi lalu lintas (polantas), Brigadir Gatot Tri Prasetyo menghentikan laju motornya.

"Saat disetop karena tak memakai helm, dan sepeda motornya juga tak ada plat nomor di bagian belakang, lalu AS ini berteriak-teriak jika dia anggota teroris, anak buah Amrozi. Itu hanya spontanitas saja," kata Alex.

Mengetahui rekam medis pelaku, polisi akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan proses hukum dan memulangkan Ahmad Syahrudin kepada keluarganya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini